suplemenGKI.com

BERNYANYI BARU, DAN BERSAKSI SERU               

Mazmur 96 : 1 – 13

Pengantar
Banyak orang hanya pandai untuk melagukan sebuah nyanyian, misalnya nyanyian syukur dan pujian, namun tidak setia melakukan apa yang menjadi lirik atau syairnya. Namun dalam kenyatan lain, kita juga seringkali tak menyediakan diri untuk mengungkapkan (membuat) syair dan lirik puisi atau nyanyian untuk memuliakan TUHAN sebagai ekspresi syukur dan sukacita kita, bahkan ekspresi kasih (hati) akan hadirnya TUHAN dalam hidup kita. Jadi bagaimana yang seharusnya? Mari kita bersama memperhatikan Firman TUHAN dalam Mazmur 96 : 1 – 13 yang berbicara tentang nyanyian dan kesaksian hidup yang dinyatakan oleh Pemazmur.

Pemahaman

Ayat  1 – 3, 11 – 12           :  Bagaimana seruan atau ajakan Pemazmur bagi umat dan alam?
Ayat  4 – 10, 13                  :  Bagaimana kesaksian Pemazmur tentang TUHAN?

Pemazmur berseru dan mengajak umat TUHAN, segenap alam (langit, bumi, laut, padang, pohon di hutan), untuk bernyanyi (angkat pujian) dan bersorak bagi TUHAN, serta mengabarkan keselamatan yang dari TUHAN, menceritakan kemulian TUHAN dan segala perbuatan-NYA yang ajaib, bahkan dikatakan secara indah, dengan ungkapan “Nyanyikanlah nyanyian baru …”  (ayat 1).  Hal ini menunjukkan bahwa karya kasih setia TUHAN itu terus terjadi sepanjang waktu, bukan hanya di waktu kemarin atau di masa lampau, bahkan dialami secara baru dalam kekinian. Jadi hendaknya nyanyian umat pun dapat senantiasa dinyatakan secara baru dan ‘segar’ sebagai buah syukur dan sukacita, yang mana juga menghayati pembaharuan yang terus menerus dikerjakan oleh kuasa TUHAN dalam hidup ini.

Pemazmur menyatakan kesaksiannya tentang TUHAN secara terbuka dan ‘seru’ (menggetarkan). Bahwa TUHAN mahabesar dan terpuji sangat, IA lebih dahsyat dari pada segala allah. Segala allah bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi TUHANlah yang menjadikan langit. Keagungan dan semarak ada di hadapan-NYA, kekuatan dan kehormatan ada di tempat kudus-NYA (ayat 4 – 6). Sejalan dengan pernyataannya Pemazmur juga mengingatkan umat akan tanggung jawab mereka untuk menyembah TUHAN dan mempersembahkan hidup dalam kekudusan dan kebenaran (ayat 7 – 10, 13).

Refleksi
Dalam keheningan hati marilah kita mengambil waktu untuk merenungkan:

  • Apakah kita mengalami dan mengimani karya kasih setia TUHAN yang terus hadir dan baru (ataupun dialami secara baru) dalam hidup kita sehari-hari?
  • Apakah kita rindu bernyanyi bagi TUHAN, juga dengan nyanyian baru (kekinian hidup) kita? Sebagai buah syukur dan sukacita karena pembaharuan hidup yang TUHAN lakukan dalam hidup ini, teristimewa keselamatan yang menjadikan kita manusia baru.
  • Apakah kita mau bersaksi akan karya kasih setia TUHAN secara terbuka dan ‘seru’ (menggetarkan)? 

Tekad
TUHAN, jadikanlah aku umat-MU yang rindu memuji kebesaran kasih-MU dan bersaksi bagi kemuliaan nama-MU secara nyata. 

Tindakanku
Mulai hari ini, saya mau mencoba membuat syair puisi atau lirik nyanyian baru bagi TUHAN dan mengumandangkannya sebagai salah satu bentuk kesaksian hidup.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*