suplemenGKI.com

ADA KUASA YANG DIRASA

Mazmur 95 : 1 – 7  

Pengantar
Saat ini kita berada (atau akan memasuki) dalam Minggu Kristus Raja. Ada banyak patung ‘Kristus Raja’ atau patung ‘Kristus Memberkati’ yang dibuat atau didirikan di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Namun adanya patung ini haruslah disertai (tidak boleh menghilangkan) sikap patuh kepada Kristus Sang Raja. Patung Kristus Raja dapat saja membawa ketenaran bagi tempat tersebut, tapi sikap atau hidup patuh kepada Kristus akan membawa kebenaran yang tersebar. Maka melalui pembacaan Mazmur 95 : 1 – 7 kita akan belajar dan diajak untuk hidup bersyukur, bermazmur, dan menyembah kepada ALLAH secara baik dan benar.

Pemahaman

Ayat  1 – 5           :  Mengapa Daud mengajak umat TUHAN untuk bersorak-sorai bagi TUHAN?

Ayat  6 – 7           :  Mengapa Daud mengajak umat TUHAN untuk sujud menyembah TUHAN?

Dalam Mazmur 95 ini dinyatakan bahwa TUHAN adalah Penyelamat (Gunung Batu Keselamatan), TUHAN adalah Allah dan Raja yang besar. Segala sesuatu di alam semesta ini adalah milik kepunyaan TUHAN, semuanya ada dalam kekuasaan tangan-NYA. Bahkan segala sesuatu dijadikan dan dibentuk oleh TUHAN. Maka kita patut menghadap TUHAN dengan nyanyian syukur dan bersorak-sorai dengan nyanyian mazmur karena segala yang dijadikan-NYA, terutama keselamatan yang IA berikan. Ada kuasa TUHAN yang dirasakan dan terus dipercaya oleh umat-NYA.

Dalam Mazmur ini, Daud tidak hanya mengajak umat untuk bersyukur dan bermazmur, tapi juga mengajak untuk bersembah sujud dan berlutut di hadapan TUHAN, karena TUHAN yang menjadikan kita dan DIA-lah Allah kita. Kita adalah umat gembalaan-NYA dan kawanan domba tuntunan tangan-NYA.

Kata ‘masuklah’ dalam ayat 6, sepadan maknanya dengan kata ‘menghadap’ dalam ayat 2, yaitu datang kepada TUHAN. Datang dalam sujud dan berlutut di hadapan TUHAN memberi makna adanya kesediaan untuk taat dan patuh (kerendahan diri dan hati) kepada TUHAN yang Mahakuasa, yang menjadikan dan memelihara segala sesuatu. Sesungguhnya TUHAN ada bukan untuk dipatungkan (didiamkan), tapi untuk dipatuhi, karena TUHAN adalah Pribadi yang hidup, IA Mahahadir dan Mahakuasa. Jadi kehadiran dan kuasa TUHAN dapat terus dapat kita rasakan.

Refleksi
Dalam keheningan hati marilah kita mengambil waktu untuk merenungkan:

  • Apakah kita telah bersyukur dan bermazmur atas keselamatan yang dari TUHAN?
  • Apakah kita telah menyembah TUHAN secara benar, dalam sikap tunduk dan patuh.

Tekadku
TUHAN, jadikan aku pribadi yang dapat terus bersyukur atas kuasa-MU, dan bermazmur memuliakan nama-MU. 

Tindakanku
Dalam situasi pandemi ini dan seterusnya, saya akan berupaya untuk makin berpegang dan bersandar kepada TUHAN dan kuasa-NYA, serta hidup dalam sikap tunduk dan patuh kepada-NYA.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«