suplemenGKI.com

UTAMAKAN TUHAN BERSEMAYAM DI DALAM PIKIRAN DAN HATI

Mazmur 132

Pengantar
Banyak orang yang mengutamakan kenyamanan hidup bagi diri dan keluarganya. Kenyamanan hidup itu antara lain diupayakan dengan memiliki tempat tinggal atau tempat beristirahat yang baik serta kuat. Dan untuk mewujudkan hal itu maka segala cara dan daya akan dikerahkan untuk mendapatkannya.   Hal tersebut tidaklah salah sepanjang kita menyadari bahwa ada hal penting bahkan utama yang harus kita wujudkan terlebih dahulu dan bahwa hal lainnya akan mengikutinya. Mazmur 132 mengajak kita melihat hal penting yang diutamakan Daud, maka mari kita membaca dan memperhatikannya dengan sungguh-sungguh.

Pemahaman

Ayat  1 – 5    :  Apa yang menjadi kerinduan Daud?

Ayat  6 – 9   :  Bagaimana gambaran dan harapan umat TUHAN terkait tempat kediaman TUHAN?

Ayat 10 – 12 :  Apa yang disampaikan TUHAN tentang takhta dengan Daud dan keturunannya?

Ayat 13 – 18 :  Apa yang disampaikan TUHAN mengenai keberadaan Sion?

Nyanyian ziarah ini menggambarkan tentang kerinduan Daud yang sangat kuat, bahkan diungkapkan sebagai sebuah penderitaan melalui sumpah dan nazarnya (ayat 1). Kerinduan Daud adalah mengupayakan tempat kediaman TUHAN, Allah Israel yang dinyatakannya sebagai Yang Maha Kuat. Dan karena itu Daud rela untuk tidak mengalami kenyamanan hidup sebelum hal itu terwujud.

Umat TUHAN juga memiliki gambaran dan harapan akan tempat kediaman TUHAN, dan itu diwujudkan dengan kesediaan datang (baca: perjalanan) bersujud sembah di tumpuan kaki TUHAN. Dan di tempat TUHAN hadir dengan tabut kekuatan-NYA akan dipenuhi dengan pelayan-pelayan kebenaran dan sorak-sorai dari umat yang dikasihi-NYA. Sungguh sebuah suasana keagungan iIahi yang menjelma di bumi.

Terhadap Daud, yang adalah hamba yang diurapi-NYA, TUHAN telah menyatakan sumpah setia yang tidak akan dipungkiri-NYA, yaitu bahwa keturunannya akan menduduki (meneruskan, bahkan untuk selamanya) takhta kerajaan Israel jika mereka berpegang pada perjanjian dan peraturan-peraturan yang diajarkan TUHAN.

Sion adalah pilihan yang TUHAN inginkan sebagai tempat kedudukan-NYA, sebagaimana dikatakan: “Inilah tempat perhentian-KU selama-lamanya, di sini AKU hendak diam, sebab AKU mengingininya …”

Dan harapan umat akan kesejahteraan, keberadaan pelayan-pelayan berbaju keselamatan, dan sorak-sorai para orang saleh yang bergirang akan terwujudkan. Tanduk Daud sebagai lambang pemerintahan dan tuntunan pelita dan semarak mahkota bagi orang diurapi TUHAN melengkapi kehidupan di Sion.

Semuanya ini membawa kita pada sebuah kerinduan akan sikap hidup yang benar dalam menyambut dan mengalami kehadiran TUHAN yang Maha Kuat sebagai Raja yang bertakhta di hati dan pikiran kita.

Refleksi
Dalam keheningan hati dan pikiran marilah kita bertanya: Sudahkah kita membuka ruang kehidupan (hati dan pikiran) kita agar TUHAN bersemayam di dalamnya? Ataukah kita lebih berupaya untuk mendapat kenyamanan hidup? Dan apakah memang kita telah mendapatkan kenyamanan sejati?

Tekadku
Ya TUHAN, ajarkanlah kami untuk hidup mengutamakan kehadiran TUHAN yang berdiam dalam ruang kehidupan kami serta memiliki sikap bersujud sembah kepada TUHAN.

Tindakanku
Mulai hari ini, saya memilih untuk menjadi pelayan kebenaran yang menempatkan TUHAN sebagai yang utama dalam hidup ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«