suplemenGKI.com

Selasa, 17 Juli 2012

16/07/2012

SANG GEMBALA AGUNG BERTINDAK

Yeremia 23:3-4

 Seorang  tahanan bunuh diri karena tak tahan terhadap ketidakadilan dan penderitaan yang harus dijalani. Dia merasa percuma berharap akan keringanan hukuman atau  pun kebebasan.  Si tahanan putus asa sebab ia tak punya uang yang bisa meringankan hukumannya sekalipun ia yakin dirinya tak bersalah. Tak seorang pun yang mengayomi dan membelanya.  Oleh karena itulah ia ingin mengakhiri penderitaannya dengan caranya sendiri.  Tepatkah sikap seperti ini? Marilah kita belajar dari perenungan hari ini.

Pendalaman Teks Alkitab

  • Dalam ayat 3 & 4, tindakan apakah yang dilakukan TUHAN untuk mengayomi dan menyelamatkan umat-Nya?
  • Mengapakah TUHAN turun tangan menyelamatkan umat-Nya?
  • Dalam situasi yang serba sulit dan terjepit, apakah yang perlu kita lakukan agar tidak mudah putus asa?

 

Renungan

Sesudah penghukuman yang diberikan, TUHAN akan melakukan pembaharuan. TUHAN akan mengumpulkan umat-Nya dari pembuangan dan mengangkat raja-raja dan para pemimpin  yang sanggup menggembalakan, menjaga dan bersikap adil. TUHAN menghendaki umat-Nya dibebaskan dari ketakutan. TUHAN akan mengangkat gembala-gembala yang baik. Dia akan membebaskan mereka dari ketakutan terhadap musuh-musuh dan memberikan kepada mereka keamanan dan damai sejahtera.

Umat adalah kawanan domba yang selalu ada dalam pantauan dan kasih sayang TUHAN, Sang Gembala sejati. Sebagai Sang Pemilik, tentunya TUHAN tak akan membiarkan milik kepunyaannya hancur dalam penderitaan. Oleh karena itulah TUHAN bertindak menyelamatkan. Sesulit apa pun kehidupan ini, sesungguhnya TUHAN tak pernah tinggal diam. Ketika kita terpuruk dalam pelbagai persoalan kehidupan, percayalah bahwa hidup kita dan masa depan kita ada di tangan TUHAN. Seringkali orang hanya bergantung pada pertolongan manusia padahal pertolongan manusia sangatlah terbatas. Banyak orang menjadi putus asa karena orang yang diharapkan menolong ternyata tak bisa diharapkan lagi. Sebaliknya, manakala kita menyerahkan diri untuk dipegang TUHAN maka selalu ada kebaikan-Nya yang dapat kita rasakan.

TUHAN mengajar umat-Nya untuk berharap sepenuhnya kepada TUHAN sebab TUHAN dapat diandalkan bahkan di tengah kondisi yang tersulit sekalipun. TUHAN tak pernah berhenti berkarya. Dalam ungkapan Jawa dikatakan: GUSTI ora sare. ( TUHAN tidak tidur). DIA aktif berkarya di dalam kehidupan ini. Jadi tak sia-sia berharap karya TUHAN yang menyelamatkan.

Apakah saat ini Saudara sedang bergumul dengan hidup yang hampir hancur oleh penderitaan? Atau apakah Saudara sedang berputus asa? Ingatlah bahwa hidup Saudara ada di tangan Sang Gembala yang agung. Di balik kehancuran merekah terang kebaikan dan kasih TUHAN yang menyelamatkan. Percayakah Saudara?

Mari akhiri renungan ini dengan menyanyi NKB 123: Dalam Badai Hidupku

Dalam badai hidupku, YESUS ku pegang teguh
Walau imanku lemah, ku bersandar pada-Nya

Refrein: YESUS-lah harapanku,  tiap saat hidupku;
Apa jua menerpa, ku bersandar pada-Nya.

Ku mengangkat laguku dan berdoa tak jemu
Walau mara menyesah, ku bersandar pada-Nya.

Refrein:…………….

 

Doa: TUHAN berikanlah kami iman untuk berharap akan pertolonganmu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»