suplemenGKI.com

WAKTU ALLAH

Yesaya 1:1-6

 

PENGANTAR

Pernahkah anda berfikir bahwa Allah seolah menjadi tidak ada?  Dan suara-Nya yang sayup seolah makin samar, lalu tidak terdengar?  Pengalaman manusia tidak bisa menjadi patokan merumuskan siapa dan bagaimana Allah bekerja.  Bacaan hari ini menegaskan bahwa Allah bekerja menurut waktu-Nya sendiri.  Mari kita membaca dan mempelajarinya.

PEMAHAMAN

  • Ayat 1- 4    :  Perubahan seperti apa yang akan terjadi dalam kehidupan Israel?
  • Ayat 5a       :  Apa yang menjadi penyebab terjadinya perubahan dalam kehidupan Israel?
  • Ayat 5b – 6:  Identifikasi seperti apa tentang “anak” dalam kacamata iman Yesaya?
  • Pernahkah anda berfikir bahwa Allah berubah menjadi tidak ada?  Mengapa?

Israel dikenal sebagai bangsa yang meyakini mengenal Allah secara pribadi;  bukan hanya dari sisi pengakuan tapi juga pengalaman yang nyata di sepanjang perjalanan bangsa.  Banyak peristiwa masa lalu menunjukkan keterlibatan Allah dalam sejarah Israel.  Bahkan makna “Israel” sejak awal menegaskan adanya keterlibatan Allah membentuk bangsa ini.  Wajar bila setiap Israel meyakini penuh Allah yang hadir dan berkarya di tengah umatNya.  Namun fakta menunjukkan perjalanan iman Israel cenderung tidak selaras dengan keyakinan kepada Allah.  Israel memberontak dan menentukan jalannya sendiri.  Allah menginjinkan Israel mengalami pembuangan.  Di sinilah pergumulannya, Allah yang seolah begitu dekat ‘mendadak’ menjadi jauh dan diam tidak berkata.  Situasi inilah yang digambarkan Yesaya sebagai “bangsa yang berjalan di dalam kegelapan” (ayat 1).

Apa yang Yesaya sampaikan menegaskan kemandirian Allah sebagai pribadi yang karya-Nya tidak bisa diatur oleh keinginan manusia.  Allah yang memulai masa kegelapan adalah Allah yang juga akan memberikan pencerahan;  dan itu Allah buktikan, “bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar….atasnya terang telah bersinar” (ayat 1b).  Bukan hanya itu saja, Allah menggenapkan karya keselamatanNya melalui “seorang anak telah lahir untuk kita” (ayat 4) dimana “lambang pemerintahan ada di atas bahunya” (ayat 5) “dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan” (ayat 6).  Nubuat Yesaya menegaskan bahwa Allah senantiasa berkarya dalam sejarah umatNya.  Apapun yang terjadi dalam kehidupan tidak akan membatalkan rencana baik Allah bagi dunia dan manusia.  Keyakinan iman seperti ini penting dan harus terus dijaga.  Seringkali tantangan dan pergumulan hidup seolah membenarkan bahwa Allah menjauh dan tidak berkarya lagi.  Pengalaman iman Yesaya mengajarkan kepada orang percaya untuk terus meyakini dan mempersilahkan Tuhan berkarya seluas-luasnya di dalam dan melalui hidup kita.  Yakini bahwa Dia ada dan terus ada mengerjakan karya keselamatan menurut cara serta waktuNya sendiri.

 

REFLEKSI

Mari merenungkan: apapun yang terjadi dalam kehidupan tidak akan membatalkan rencana baik Allah bagi dunia dan manusia. Yakini dan mempersilahkan Tuhan berkarya seluas-luasnya di dalam dan melalui hidup kita.

 

TEKADKU

Tuhan aku mau mempercayai bahwa Engkau terus bekerja melalui dan dalam kehidupanku.

 

TINDAKANKU

Dengan menyadari bahwa Dia selalu berkarya dalam hidupku maka aku mau menceritakan kebaikan dan karya-Nya itu kepada sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«