suplemenGKI.com

Doa dalam Iman

IMANKU MENENTUKAN SIKAPKU DALAM PERGUMULAN
Mazmur 62 (lanjutan)

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

Setelah kemarin kita merenungkan tentang deklarasi iman pemazmur, sekarang marilah kita memperhatikan cara pandang dan sikap pemazmur dalam menghadapi penderitaannya, sebagai buah/hasil dari apa yang diimaninya tentang Allah.

  1. Sebagai buah dari kepercayaannya kepada Allah, bagaimana akhirnya pemazmur memandang musuh-musuhnya (tentang diri mereka maupun tentang hal-hal yang mereka lakukan pada pemazmur)? Lihat di ayat 4-5 dan 10-11.
  2. Sebagai buah dari kepercayaannya kepada Allah, sikap seperti apa yang ditunjukkan pemazmur?
  • Apakah ia dapat merasa tenang? (ayat 2 dan 6a) ; apakah ia menjadi goyah? (ayat 3 dan 7b)
  • Apakah ia masih tetap punya pengharapan? (ayat 6)
  • Bagaimana ia mencari perlindungan dan mengeluarkan keluh kesah hatinya? (ayat 8 dan 9)
  • Apakah ia merencanakan pembalasan? (ayat 13)

3.   Sampai di bagian ini, dengan bercermin kepada pemazmur, dua hal
yang dapat Anda pertanyakan kepada diri sendiri:

  • Sudahkah iman Anda kepada Allah menolong Anda melewati pergumulan?
  • Apakah ketika Anda sedang menghadapi kesulitan hidup, sudahkah cara-cara Anda menghadapinya menunjukkan bagaimana kualitas iman Anda?

4.   Dalam pergumulannya, melalui nyanyian ini, apa yang menjadi ajakan
pemazmur bagi Anda yang hidup di masa kini? (ayat 9, 11, 12-13)

RENUNGAN

Pemazmur dalam renungan kita hari ini menunjukkan kepada kita bahwa iman bukan hanya sekadar dipahami dan dikatakan, tetapi harus diwujudnyatakan. Kemarin kita sudah membahas bahwa penderitaan kerapkali menjadi sarana pengujian iman seperti apakah yang kita tunjukkan kepada Allah dan kepada orang-orang di sekitar kita?

Dalam pergumulan hidupnya yang berat, pemazmur berhasil mewujudnyatakan kepercayaannya akan Allah sebagai sumber keselamatan, gunung batu dan kota benteng dalam hidupnya. Hal ini terlihat dari bagaimana ia tetap bisa merasakan tenang, tidak risau, takut dan panik menghadapi orang-orang yang berniat jahat kepada dirinya.  Sumber ketenangannya adalah Allah. Sebab ia meyakini keselamatan hidupnya tidak ditentukan oleh manusia, melainkan oleh Allah sendiri.  Perlindungan baginya juga diimani adalah dilakukan oleh Allah sendiri, sehingga dalam keadaan sesulit apapun, ia tetap punya pengharapan, tidak putus asa.  Ketika ia merasa lelah batinnya, ia menemukan ‘konselor’ sejati yaitu Allah sendiri. Ia dapat dengan bebas menceritakan apa yang menjadi beban pikirannya.  Dengan terus mencurahkan isi hatinya kepada Allah, disitulah pemazmur memberi diri untuk dibimbing, ditolong dan ditenangkan oleh Allah. Oleh sebab itu, ia tidak goyah iman dan pendiriannya meski dikepung oleh orang jahat dan dusta. Ia tidak ikut-ikutan suka berdusta dan berbuat jahat. Bahkan rencana untuk membalas sedikit pun tidak ada, sebab ia yakin Tuhan itu adil dan kasih setiaNya untuk seterusnya.

Terbukti sudah bagaimana iman pemazmur memampukan dia melewati setiap kesulitan hidupnya dengan berkemenangan.

Melalui kesaksian hidupnya, pemazmur pada akhirnya mengajak kita untuk percaya hanya kepada Allah, mencurahkan segala isi hati kita kepadaNya. Bukan percaya kepada manusia dan segala tipu muslihatnya. Juga bukan kepada harta atau kekayaan seseorang maupun kekayaan diri sendiri.

Mari kita meneladani pemazmur untuk tetap menghadapi kesulitan dengan beriman, sehingga sikap, cara pandang dan solusi-solusi yang kita pikirkan tidak luput dari isi hati Allah. Dan orang lain juga akan melihat buah iman percaya kita, sehingga mereka juga dituntun untuk percaya kepada Allah dan mengalami pertolongan Allah.

Iman kepada Allah akan memampukan kita menghadapi kesulitan dengan cara-cara kristiani dan mengalami kemenangan secara kristiani pula.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«