suplemenGKI.com

PULIH OLEH SINAR ILAHI

Mazmur 80: 2 – 8, 18 – 20

Pengantar
Dalam kebaktian di hari Minggu dan juga dalam kebaktian lainnya, kita sering menerima berkat TUHAN yang didasarkan pada Bilangan 6 : 24 – 26 yang berbunyi: “TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-NYA dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-NYA kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.  Dalam perkataan berkat ini, ada bagian yang menyatakan bahwa “TUHAN menyinari engkau”, dan ini mengingatkan kita akan apa yang menjadi harapan umat TUHAN dalam Mazmur 80 : 2 – 8, 18 – 20 yang diungkapkan secara berulang-ulang. Maka mari kita membacanya, dan memeliharanya dalam hidup kita.

Pemahaman
Ayat  2 – 4           :  Apa yang menjadi harapan Umat?
Ayat  5 – 8           :  Bagaimana situasi yang dialami umat?
Ayat 18 – 20        :  Apa yang menjadi tekad umat?

Harapan umat dinyatakan secara berulang pada ayat 4,8, dan 20, yaitu: “Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat”. TUHAN diungkapkan sebagai gembala umat-NYA yang akan tampil bersinar dan perkasa, dan bahwa kedatangan TUHAN sungguh dirindukan.

Dalam Mazmur ini juga dinyatakan bahwa umat TUHAN telah berdoa namun hidup mereka masih penuh air mata serta menjadi pokok percederaan dan bahan olok-olokan para musuh di sekitar mereka. Dan karena itu munculnya sosok pribadi yang digambarkan sebagai anak manusia yang berada di sebelah kanan ALLAH sebagai orang yang diteguhkan TUHAN sungguh memperkuat pengharapan umat akan kehidupan yang akan dipulihkan TUHAN.

Dengan harapan yang kuat ini maka umat TUHAN berjanji (bertekad) bahwa mereka tidak akan menyimpang dari pada-TUHAN dan akan menyerukan nama TUHAN. Mereka sungguh yakin, dan berulang kali berseru: Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat” Tentu seruan ini harus disertai dengan sikap hati yang sungguh mengarah kepada TUHAN sebagaimana dinyatakan dalam kalimat di bagian pengutusan: “kami mengarahkan hati kami kepada TUHAN”.

Refleksi
Dalam keheningan hati marilah kita mengambil waktu untuk merenungkan:

  • Apakah yang menjadi pengharapan hidup kita, ketika hidup ini terasa berat?
  • Apakah pengharapan kita kepada TUHAN kita nyatakan secara berulang dan makin kuat berharap?        

Tekad
TUHAN, mampukan aku untuk tetap berharap akan sinar kasih TUHAN yang sanggup memulihkan hidupku.

Tindakanku
Mulai hari ini, aku akan tetap setia berharap kepada TUHAN dengan hidup tidak menyimpang dari jalan TUHAN dan selalu menyerukan nama TUHAN sebagai sumber pemulihan hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«