suplemenGKI.com

Bacaan : Yesaya 53 : 7 – 12.

Tema : Mengapa Kita Menderita ? ( Lanjutan )

PENGANTAR

Renungan kemarin, nabi Yesaya menggambarkan bahwa sang hamba mengalami penderitaan yang dahsyat. Dan yang sungguh mencengangkan adalah bahwa sang hamba itu menderita karena menanggung dosa orang-orang sebangsanya. Ah….mana ada orang yang mau menderita bagi orang lain ? ya …..ada…..Dialah sang hamba Tuhan yang di tuturkan oleh nabi Yesaya.

PEMAHAMAN.

  1. Bagaimana sang hamba menjalani penderitaannya ? ( ayat 7-8 )
  2. Sang hamba menderita untuk siapa ? ( 9-12 )
  3. Siapa sang hamba yang di bicarakan oleh Yesaya ?

Dalam bagian ini memperlihatkan bahwa penderitaan yang dialami oleh sang hamba dijalani dengan penyerahan penuh. Walaupun ia dianiaya sang hamba membiarkan diri di tindas. Itu berarti sang hamba memberikan diri dalam kepasrahan. Yesaya menggambarkan sang hamba yang menderita seperti “anak domba yang dibawa ke pembantaian”. Penggambaran tentang anak domba yang dibawa ke pembantaian untuk disembelih dalam upacara korban penghapus dosa maupun korban keselamatan. Sang domba yang dikorbankan akan pasrah ditangan imam yang akan menyembelih dalam upacara korban tersebut. Yang pasti anak domba korban di persembahkan untuk pendamaian orang yang berdosa dengan Tuhan Allah. Agar orang berdosa mendapatkan pengampunan darri Tuhan Allah. Demikian pula Tuhan Yesus Kristus Sang Anak Domba Allah, Ia menderita hinaan, caci maki, hujatan, kebencian, cambukan dan seribu satu macam penderitaan ditanggung-Nya untuk menanggung dosa-dosa umat manusia. Yesus Kristus Sang Anak Domba Allah mati di kayu salib menggantikan kita, Dia mengorbankan Diri-Nya sebagai korban keselamatan agar melalui darah Yesus dosa umat manusia mendapatkan pengampunan dosa. Tepat seperti penggambaran nabi yesaya bahwa sang hamba tersebut mempersembahkan diri-Nya bagi orang-orang sebangsanya. Namun di kemudian sang hamba itu akan menerima kemuliaan dan ia akan membenarkan banyak orang. Demikian pula dengan Tuhan Yesus Kristus, melalui kematian, kebangkitan-Nya memberikan keselamatan bagi semua orang percaya.

Sungguh ! kita layak bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas pengorbanan-Nya yang menyelamatkan kita, sehingga kita menjadi anak-anak Allah. Tidak ada kata yang dapat kita ucapkan atas pengorbanan Tuhan Yesus bagi kita selain, “Syukur kepada Allah”.

REFLEKSI.
Marilah kita merenungkan dalam-dalam : Yesus Kristus Sang Anak Domba Allah telah mengorbankan Diri-Nya untuk saudara ! apakah yang dapat saudara lakukan untuk Kristus ?

TEKADKU
Ya Tuhan, saya mengucap syukur atas pengurbanan-Mu.

TINDAKANKU.
Mulai hari ini saya akan memuliakan nama Tuhan dan menceritakan kebaikan-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«