suplemenGKI.com

Selasa, 16 Mei 2017

15/05/2017

Kisah Para Rasul 17 : 22 –34

Berita Injil yang Dahsyat

 

PENGANTAR
Ketika rasul Paulus dan para filsuf Epikurus dan Stoa bertukar pikiran, akhirnya mereka membawa rasul Paulus ke Areopagus. Areopagus adalah nama untuk bukit dan juga ruang sidang pertemuan.Rasul Paulus berbicara di atas Areopagus yang merupakan badan yang paling tua di Atena. Anggota siding itu sangat selektif, anggotanya mungkin hanya tiga puluh anggota saja. Di hadapan sidang yang sangat selektif itulah  rasul Paulus harus menjelaskan kepercayaannya.

PEMAHAMAN.

  1. Bagaimana rasul Paulus mengawali pembicaraannya ? ( ayat 22 – 23 )
  2. Bagaimana rasul Paulus menjelaskan kepercayaannya ? ( ayat 24 – 31 )
  3. Bagaimana respon para pendengar ? ( ayat 32 – 34 )

Rasul Paulus mengawali pembicaraannya dengan memberikan apresiasi kepada penduduk kota Atena. Sebuah pendekatan yang simpatik, “Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa……………………….aku menjumpai sebuah mezbah dengan tulisan : Kepada Allah yang tidak aku kenal, apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang aku beritakan kepada kamu” ( ayat 22-23). Rasul Paulus tahu bahwa tulisan tersebut merupakan pengakuan iman penduduk kota Atena pada saat itu. Itu sebabnya dalam kesempatan yang berharga tersebut rasul Paulus akan mengungkapkan kepercayaannya kepada mereka.

Pertama : rasul Paulus percaya kepada Allah pencipta langit dan bumi. Rasul Paulus saat itu sedang berhadapan dengan dua golongan filsafat yaitu Epikuros dan Stoa yang berpandangan bertolak belakang. Dan rasul Paulus dengan cerdik memperkenalkan kepada mereka apa yang paling dibutuhkan manusia, saat mencari tahu mengenai hidupnya yakni Tuhan Allah Sang pencipta itu sendiri. Kedua : Kristus adalah Allah yang Utama, keutamaan-Nya ditunjukkan melalui kebangkitan-Nya. Dia bukanlah Allah yang tidak dikenal, tetapi Kristus yyang bangkit yang kepada-Nya kita harus menyembah. Ketiga : Kehidupan bukanlah suatu proses menuju kepunahan bukan pula suatu jalan kecil menuju penggabungan dengan Allah tetapi Kehidupan adalah suatu perjalanan yang menuju kursi pengadilan Allah dimana Kristus sebagai hakimnya. Oleh sebab itu manusia harus hidup dalam pertobatan.

Dari penyampaian rasul Paulus tersebut ada berbagai respon, ada yang mengejek, ada yang menunda keputusan tapi ada juga yang mengambil keputusan untuk percaya kepada Tuhan Yesus. Yang percaya adalah Dionisius seorang anggota majelis Areopagus dan Damaris seorang perempuan terkenal. Disini kita melihat bahwa berita Injil merupakan berita yang dahsyat yang dapat menembus hati setiap pendengarnya untuk percaya kepada Tuhan Yesus. Oleh sebab ituterus beritakan injil sampai Kristus datang. Amin.

REFLEKSI
Renungkanlah : Berita Injil adalah berita yang dahsyat yang bisa menembus hati pendengarnya. Sudahkah saudara memberitakannya ?

TEKADKU
Ya Tuhan Allah, tolonglah saya untuk berani menyaksikan berita sukacita.

TINDAKANKU
Bersedia memberitakan kabar sukacita kepada saudara-saudara yang masih tersesat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»