suplemenGKI.com

Selasa, 16 Juni 2020

15/06/2020

I P A D ( Ikuti Panggilan Allah di Dalamku )

1 Samuel 3:1-10

 

Pengantar
Samuel adalah anak dari Elkana dan Hana. Elkana adalah orang yang taat kepada Tuhan, dibuktikan dengan setiap tahunnya sujud menyembah dan mempersembahkan korban kepada Tuhan di Silo (1:3). Kelahirannya sendiri buah dari pergumulan Hana.  Hal ini berarti bahwa Samuel lahir dari orang tua yang taat akan Tuhan. Sesuai dengan nazar Hana, Samuel yang masih kecil (sekitar 2-3 th) diserahkan oleh Hana kepada Tuhan, dan dididik di bawah bimbingan imam Eli di Silo. Sejak di usia anak-anak, Samuel sudah menjadi pelayan di hadapan Tuhan, di bawah pengawasan imam Eli.

Pemahaman

  • Ayat 1             : Mengapa pada saat itu Firman Tuhan jarang dan penglihatan-penglihatan tidak sering?
  • Ayat 4-10       : Bagaimanakah sikap Samuel dalam meresponi panggilan Tuhan ?

Samuel  makin bertambah besar dan makin disukai oleh Tuhan dan manusia, oleh karena kesetiaannya (1 Sam.2:26). Adapun tugas Samuel adalah menjaga tabut Allah, memelihara lampu rumah Allah yaitu mengisi dengan minyak setiap sore, supaya tetap menyala sepanjang malam. Menurut tradisi Yahudi, Samuel dalam cerita ini (ps 3) telah berusia 12 tahun. Di masa Samuel bertumbuh, rupanya ada satu hal menarik yaitu Firman Tuhan jarang, serta penglihatan-penglihatan pun tidak sering (ayat 2). Hal ini terjadi karena kondisi bangsa Israel sangat memprihatinkan. Mereka hidup tidak berkenan di hadapan Tuhan dengan menyembah baal dan melakukan apa yang mereka anggap benar menurut diri sendiri. Selain itu, kejahatan anak-anak Eli yakni Hofni dan Pinehas serta sikap toleran Eli terhadap anak-anaknya. Padahal sebagai seorang imam seharusnya mereka menjadi teladan bagi umat Israel. Tetapi Hofni dan Pinehas justru melakukan hal yang tercela.

Pada suatu hari, imam Eli berbaring di tempat tidurnya dan Samuel telah tidur di dalam bait suci Tuhan, tempat tabut Allah. Ketika ia tidur, Allah memanggilnya. Pada panggilan pertama hingga panggilan ketiga, Samuel mengira bahwa Eli yang memanggilnya. Samuel mengira jika Eli membutuhkan pertolongannya mengingat kondisi penglihatannya yang tidak baik. Pada panggilan yang ketiga, Eli pun pada akhirnya menyadari bahwa yang memanggil Samuel adalah Tuhan. Hal ini dapat dimaklumi karena pada saat itu Samuel belum pernah mendapat pengalaman menerima dan mendengar Firman Tuhan secara langsung. Maka Eli memberitahukan kepada Samuel bagaimana cara meresponi panggilan itu. Hingga pada akhirnya, yaitu panggilan yang keempat, Allah mendatangi dan memanggil Samuel, sehingga Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar” (ayat 10). Jawaban yang Samuel berikan adalah jawaban yang penuh dengan ketaatan sebagai seorang hamba dan kesiapan untuk mendengar suara Tuhan. Tuhan pun berbicara dengan Samuel tentang Eli dan kaum keluarganya. Jika kita perhatikan di ayat-ayat selanjutnya, Samuel makin besar dan dipercayakan jabatan sebagai nabi Tuhan (ayat 19-21). 

Refleksi
Tuhan memanggil kita untuk menjadi alat-Nya melalui berbagai hal, misal: profesi, pelayanan gerejawi, lingkungan masyarakat, lembaga pendidikan, dan sebagainya. Ia mau memakai kita agar nama-Nya dipermuliakan. Akan tetapi dalam menjalani panggilan masing-masing, ada banyak tantangan yang dihadapi. Manakah respon yang biasanya kita lakukan: tetap hidup dalam panggilan yang Tuhan percayakan, atau justru menyia-nyiakan dan menyerah begitu saja? 

Tekadku
Ya Tuhan, tolonglah agar aku selalu bersyukur atas panggilan pelayanan yang Engkau percayakan. Buatlah hidupku menjadi berkat dan memuliakan nama-Mu di manapun aku berada. 

Tindakanku
Aku belajar untuk menghidupi panggilan yang saat ini telah Tuhan percayakan:……. (sebutkan), dengan giat, tekun, dan setia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»