suplemenGKI.com

Selasa, 16 Juni 2015

15/06/2015

1 Samuel 17:40-49

MENGANDALKAN TUHAN, MELAKUKAN YANG TERBAIK

PENGANTAR
Mengandalkan Tuhan dan melakukan yang terbaik, bukankah kita semua juga bersikap demikian? Pada kenyataannya, tidak. Kita lebih sering menemukan dua hal ini secara terpisah. Banyak orang yang mengandalkan Tuhan, namun tidak mau mengerjakan apa yang seharusnya menjadi bagiannya. Misalnya, berdoa memohon berkat namun tidak mau bekerja keras. Sebaliknya, banyak pula orang yang bekerja dan berusaha sedemikian keras, namun tidak mengandalkan Tuhan. Biasanya, orang-orang yang terlalu yakin dengan kemampuan dirinya baru akan mengandalkan Tuhan setelah ia menemui jalan buntu. Melalui bacaan hari ini kita akan melihat bahwa mengandalkan Tuhan dan melakukan yang terbaik adalah dua hal yang seharusnya berjalan berdampingan. Inilah kunci kemenangan Daud melawan Goliat, musuh yang jauh lebih kuat darinya.

PEMAHAMAN
Ay. 40-41   Apa yang dilakukan Daud setelah Saul mengizinkannya menghadapi Goliat? (ay.40-41) Apa yang dapat kita pelajari dari sikap Daud ini?

Ay. 42-44   Bagaimana reaksi Goliat ketika ketika Daud maju untuk menghadapinya? (ay. 42-44). Mengapa Goliat bereaksi seperti itu?

Ay. 45-47   Sebagai apakah Daud menempatkan Tuhan dalam pertempuran ini? Apa artinya ungkapan Daud ini?

Setelah mendapatkan izin dari Saul, Daud segera mempersiapkan diri dan membekali dirinya dengan perlengkapannya sebagai seorang gembala, yaitu tongkat, umban (semacam katapel), dan batu sebagai pelurunya. Dari persiapan Daud ini kita tahu bahwa: 1) Daud sudah memikirkan cara untuk mengalahkan Goliat dengan peralatan yang sudah biasa digunakannya, dan 2) Daud mempersiapkan peralatannya sebaik mungkin; ia mengambil lima butir batu yang dipilihnya secara khusus sebagai peluru umbannya.

Goliat marah melihat Daud menghadapinya hanya dengan membawa sebatang tongkat. Goliat merasa musuhnya terlalu meremehkannya. Namun, justru Goliatlah yang sedang meremehkan musuhnya. Goliat tersinggung melihat tongkat yang dibawa Daud, namun tidak menyadari bahwa Daud membawa senjata lain, yaitu umban dan batu, yang menjadi senjata mematikan di tangan seorang ahli seperti Daud.

Baik Goliat maupun Daud, masing-masing datang ke medan pertempuran dengan membawa senjata. Senjata Daud secara fisik adalah tongkat, umban, dan batu. Namun, Daud mempunyai senjata lain yang lebih penting, yaitu kuasa Tuhan. Goliat datang dengan senjata lengkap, yaitu pedang, tombak, dan lembing. Daud datang dengan membawa kuasa Tuhan. Inilah senjatanya yang sesungguhnya. Karena itulah Daud yakin bahwa kemenangannya atas Goliat akan memasyhurkan nama Tuhan ke seluruh bumi (ay. 46), sekaligus akan meneguhkan iman orang-orang Israel (ay. 47).

REFLEKSI
Mengandalkan Tuhan dan melakukan yang terbaik adalah kunci kemenangan Daud melawan Goliat, musuh yang jauh lebih kuat darinya. Bagaimana dengan Anda?

TEKADKU
Tuhan, aku akan belajar untuk mengandalkan-Mu sambil terus berusaha untuk melakukan apa yang menjadi bagianku dengan segenap hati dan kekuatanku.

TINDAKANKU
Aku akan lebih tekun berdoa untuk masalah-masalah yang sedang aku hadapi. Aku juga akan berusaha meningkatkan kemampuanku menghadapi masalah dengan cara memperluas wawasanku, melatih ketrampilanku, dan berusaha lebih sungguh-sungguh menyelesaikan masalahku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»