suplemenGKI.com

Selasa, 16 Juli 2019

15/07/2019

TIADA YANG MUSTAHIL BAGI-NYA

Kejadian 18:9-15

 

Pengantar
Abraham disebut sebagai “bapa semua orang percaya” oleh karena ketaatannya dalam menjalankan panggilan yang Allah berikan kepadanya. Tentu hal itu dilalui dengan perjalanan yang sangat panjang dan tidak mudah. Ia dipanggil oleh Allah untuk pergi ke tempat yang akan diberikan kepadanya. Bahkan Allah juga berjanji akan memberikan keturunan pada Abraham dan Sara, istrinya. Namun penantian mereka sangatlah panjang, sementara usia keduanya pun sudah sangat tidak memungkinkan untuk memiliki seorang anak. Oleh karena itulah, Allah bermaksud untuk mengulangi kembali perjanjian-Nya kepada Abraham, melalui kehadiran ketiga orang tamu yang berjumpa dengannya.

Pemahaman

  • Ayat 9-10       : Apa yang dilakukan oleh para tamu Abraham ketika mereka menyantap hidangan yang disediakan oleh Abraham?
  • Ayat 12-15    : Mengapa Sara tertawa ketika ia mendengar berita bahwa ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki?

Ketika para tamu Abraham sedang menikmati hidangan yang telah disediakan, mereka bertanya tentang keberadaan Sara, istrinya (ayat 9). Dengan menyebutkan nama Sara, para tamu itu memperlihatkan perhatian yang begitu besar terhadap Abraham dan keluarganya. Abraham yang saat itu berdiri di dekat mereka menjawab bahwa Sara sedang di dalam kemah, yang mana ia sedang mengerjakan aktivitas rumah tangganya. Di saat itulah, Tuhan menyatakan berkat dan janjinya melalui tamu yang datang kepada Abraham, bahwa Sara akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki (ayat 10). Sara yang saat itu sedang berada di pintu kemah belakang pun menjadi tertawa (ayat 12). Ia tertawa bukan karena bahagia, melainkan ia menganggap berita itu merupakan sesuatu yang sangat tidak mungkin. Hal ini sangatlah wajar, sebab baik Abraham maupun Sara sudah lanjut usia dan Sara telah mati haid (ayat 11). Sara mungkin juga pernah kecewa oleh karena penantian yang cukup panjang akan hadirnya seorang anak dalam rumah tangga mereka. Bahkan oleh karena hal itu, ia pernah meminta Abraham untuk menghampiri Hagar, hamba Sara, agar Abraham mendapatkan keturunan. Namun Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya pada Abraham. Meskipun ia dan Sara menanti dalam waktu yang cukup lama, janji itu diteguhkan kembali. Mereka yang semula tidak percaya, oleh kuat kuasa Tuhan menjadi percaya dan berpengharapan. Sebab segala sesuatu tidak ada yang mustahil bagi Tuhan (ayat 14).

Refleksi
Hembuskan nafas secara perlahan, renungkanlah: Adakah saudara merasa sendiri dan pertolongan Tuhan tidak kunjung datang ketika saudara mengalami persoalan? Apakah saudara berniat untuk menyerah dan meninggalkan Tuhan? Di tengah persoalan yang ada, kita senantiasa diajar untuk tetap berharap dan taat sepenuhnya kepada Tuhan. Tuhan akan senantiasa hadir di sepanjang hidup kita.

Tekad
Tuhan, terimakasih atas segala penyertaan-Mu di hidupku. Aku mau untuk tetap percaya sebab kuasa-Mu akan selalu bekerja di hidupku.

Tindakan
Mulai hari ini aku tidak ingin menjadi pribadi yang menyerah, melainkan aku mau bangkit untuk mewujudnyatakan imanku kepada-Nya dalam hidup dan pelayananku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»