suplemenGKI.com

SELASA, 16 JULI 2013

15/07/2013

Kejadian 18:10-15

DEANTUSIASME IMAN

 

PENGANTAR
Menurut KBBI awalan “de” bermakna menghilangkan atau mengurangi.  Misalnya dehidrasi yang berarti kekurangan cairan atau demotivasi yang berarti tidak punya semangat lagi.  Bila antusiasme berarti semangat, maka deantusiasme kebalikannya, yaitu kehilangan semangat.  Pertanyaannya, apa mungkin seseorang kehilangan semangat hidup yang kemudian mempengaruhi imannya, atau sebaliknya?  Mari kita ikuti pembahasan berikut yang berfokus pada sikap Sara ketika mendengar dan menyambut tamunya.

PEMAHAMAN
Apa yang disampaikan tamu itu mengenai Sara? (ayat 10) 
Bagaimana respons Sara ketika mendengar berita itu? (ayat 12) 
Apakah Sara mengakui sikapnya? (ayat 15)

Bagaimana dengan semangat iman kita hari ini? 

Alkitab tidak mengatakan kapan dan sudah berapa lama Abraham-Sara menikah.  Alkitab hanya memberikan penjelasan bahwa, “Sarai itu mandul, tidak mempunyai anak” (11:30).  Budaya Timur memahami berkat Allah tercermin melalui hadirnya anak di tengah keluarga.  Maka sudah selayaknya Abraham-Sara menantikan hadirnya anak di tengah pernikahan mereka.  Namun apa yang terjadi?  Sampai mereka “tua dan lanjut umur” (ayat 11) yang artinya “menjelang akhir hidup” mereka tetap tidak punya anak.  Dalam kondisi demikian adalah mustahil mengharapkan yang sebaliknya.  Wajar bila Sara tidak langsung percaya bahkan menyangkal bial sudah tertawa (15)  Sara mengalami deantusiasme.  Kehilangan semangat dan mungkin juga iman akan janji Allah.  Ternyata kenyataan yang dihadapi kemudian sangat berbeda.  Sara mengandung dan melahirkan anak sebagai kegenapan janji Allah.

Harus diakui bahwa keadaan yang tidak berubah dalam hidup  di tengah pengharapan yang lebih baik, berpotensi mengurangi semangat hidup dan iman.  Apa artinya menanti bila semua serba tidak pasti! Untuk apa beriman bila tidak mendapatkan?  Problem beriman dari dulu sampai sekarang sama.  Beriman diidentikan dengan segala permintaan akan terpenuhi segera menurut cara manusia.   Ketika yang terjadi tidak seperti yang di-‘imani’, perlahan tapi pasti antusiasme makin menurun seiring dengan iman yang tidak lagi berfokus pada Allah.   Semangat hidup dan beriman selayaknya diletakkan pada janji penyertaan Allah yang selalu hadir dalam hidup, meskipun Dia tidak memberi seperti yang manusia mau.  Allah memberi seturut rencanaNya, bukan sebaliknya.  Jadi pertahankanlah antusiasme hidup dan beriman, sesulit apaun tantangan yang dihadapi.

REFLEKSI
Renungkanlah: adakah hari ini kita kehilangan semangat hidup dan beriman gara-gara satu atau dua hal yang seolah tidak dikabulkan Allah?

TEKADKU
Semangat hidup dan beriman memang bisa naik turun, namun itu tidak menjadi alasan bagiku untuk kehilangan kegairahan melayani dan beribadah bersama sesamaku.  Aku mau beriman melintasi apa yang tidak diberi atau diberi Allah dalam hidupku

TINDAKANKU
Hari ini aku akan tetap berdoa dan mengerjakan tugasku (rencana, kegiatan) dengan semangat, sebagai bukti semangat imanku kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»