suplemenGKI.com

Yunus 4:1-11

JANGAN MENGHALANGI KASIH ALLAH!

PENGANTAR
Kita percaya bahwa kasih Allah sangatlah besar . Kita juga percaya bahwa Allah mengasihi orang-orang berdosa. Karena itu, Ia akan tetap mengampuni kita, meski dosa kita sangat besar. Namun, bagaimana bila yang mendapat kasih Allah yang besar itu adalah orang-orang yang kita benci? Kita pun mempertanyakan kelayakan mereka mendapat kasih-Nya. Bagi kita, mereka lebih pantas dihukum, bukan menerima berkat. Dari sudut pandang dan cara berpikir manusia, tentu ini wajar. Tetapi bagaimana jika Allah justru mengasihi mereka dan mengutus Anda memberitakan Injil kepada mereka? Apakah Anda bersedia?

PEMAHAMAN
Yunus tahu bahwa penduduk Niniwe akan bertobat dan Tuhan akan mengampuni mereka.  Yunus tahu bahwa Tuhan juga mengasihi penduduk Niniwe.  Padahal, Yunus sangat membenci Niniwe dan berharap Tuhan akan menghancurkan kota itu.  Namun, Tuhan justru mengampuni orang-orang Niniwe. Karena itulah Yunus kesal dan marah.

  • Ay.1-4.  Seberapa besarkah kekesalan dan dan kemarahan Yunus?  Apa yang membuat Yunus marah?  Bagaimana tanggapan Tuhan terhadap kemarahan Yunus?
  • Ay. 5-11.  Selain menegur secara verbal (lisan), Tuhan juga memberikan pelajaran kepada Yunus melalui sebuah pengalaman dengan pohon jarak, ulat, panas terik matahari.  Pelajaran apakah yang hendak Tuhan berikan kepada Yunus? (ay.10-11).

Kekesalan dan kemarahan Yunus sedemikian besar hingga dia merasa lebih baik mati daripada hidup.  Sungguh keterlaluan! Kekesalan dan kemarahan Yunus memang tidak pada tempatnya.  Karena itulah Tuhan menegurnya.  Namun, teguran lisan saja tidak cukup bagi Yunus.  Tuhan menggunakan pohon jarak.  Yunus marah sewaktu pohon jarak itu mati mendadak dimakan ulat.  Yunus “sayang” kepada pohon jarak itu karena pohon itu telah memberinya naungan dari panas terik matahari.

Tuhan mengajak Yunus membandingkan rasa sayang Yunus terhadap pohon jarak itu dengan kasih Tuhan kepada orang-orang Niniwe.  Yunus bukanlah pencipta pohon jarak itu, sedangkan Tuhan adalah Pencipta semua manusia termasuk orang-orang Niniwe.  Yunus sayang kepada sebatang pohon jarak yang fana dan hidupnya sangat sementara, sedangkan Tuhan sayang kepada kota Niniwe yang di dalamnya terdapat seratus dua puluh ribu jiwa manusia.  Rasa sayang Yunus kepada pohon jarak itu bersifat egois (karena pohon itu memberi naungan kepadanya), sedangkan Tuhan tetap mengasihi orang-orang Niniwe meskipun mereka sesat (tidak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri).

REFLEKSI
Betapa sering kita bersikap seperti Yunus.  Kita berharap Tuhan juga membenci orang-orang yang kita benci.  Kita merasa kesal dan marah bila orang-orang yang kita benci justru mendapat kasih dan anugerah dari Tuhan.

TEKADKU
Ya Tuhan, ampunilah aku apabila kebencianku masih sering menjadi penghalang kasih-Mu.

TINDAKANKU
Selama seminggu ini aku akan berdoa bagi orang-orang yang aku benci. Aku akan mendoakan agar Tuhan memberkati kehidupan mereka dan agar mereka mengenal kasih Kristus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«