suplemenGKI.com

LANGIT BARU & BUMI BARU

Yesaya 65:17-25

 

Pengantar
Pernahkah Anda merindukan sebuah kehidupan baru yang lebih tenang dan damai? Seorang remaja putri mengeluhkan kondisi keluarganya. Dia berkata, “ aku sudah bosan di rumah. Setiap hari mendengar papa mama bertengkar. Suasana rumahku bagaikan medan perang. Aku ingin pergi jauh mencari tempat yang nyaman dan damai”. Di manakah tempat yang paling nyaman dan damai? Marilah kita merenungkannya. 

Pemahaman

  • Ayat 17  – 19         : Mengapa TUHAN menciptakan langit baru dan bumi baru?
  • Ayat 20 -25           : Seperti apakah gambaran kondisi langit baru dan bumi baru? Mungkinkah kondisi itu terjadi saat ini?

Bacaan Alkitab hari ini mengungkapkan janji Tuhan mengenai kehidupan baru bagi umat-Nya. Umat merindukan kehidupan baru sebab mereka benar-benar sudah bosan dengan keadaan mereka. Telah cukup lama mereka hidup di negeri pembuangan sebagai orang jajahan.

Apakah isi janji Tuhan bagi umat-Nya? Dalam bacaan hari ini, dua kali Yesaya menggunakan kata ”mencipta” (bara‘), yaitu di Yesaya 65:17 dan 18. Yesaya 65:17 mempersaksikan Allah yang mencipta langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi dan tidak akan timbul lagi dalam hati. Karya penciptaan Allah yang baru ini hendak menegaskan hadirnya suatu realitas bumi dan langit yang mengalami pembaruan, sehingga segala beban sejarah dan trauma yang pernah melukai umat manusia telah diselesaikan dengan baik. Lalu Yesaya 65:18 mempersaksikan tindakan Allah yang menciptakan Yerusalem sehingga penduduknya mengalami kegirangan. Karya penciptaan Allah tersebut menghadirkan kehidupan Yerusalem sebagai kota Allah dalam pengertian yang sesungguhnya. Kota Allah adalah kota keselamatan, sehingga setiap umat yang tinggal di dalamnya mengalami makna “syalom”. Sebagaimana dipahami bahwa sejarah kota Yerusalem telah dilalui dengan berbagai penderitaan, air mata, dan kematian melalui berbagai peperangan. Tetapi di zaman yang baru itu tersedia suatu janji ilahi bahwa Allah akan mengubahnya menjadi kota yang menghadirkan sukacita dan kegirangan. Karena itu dalam ayat 20-25 Yesaya melukiskan secara detail bagaimana efek dari karya penciptaan Allah yang baru, yaitu penciptaan kosmis dan penciptaan Yerusalem.

Pada intinya karya penciptaan Allah yang baru itu menghadirkan suatu kehidupan yang ideal bagi setiap umat manusia, yaitu: umur panjang, tersedianya tempat tinggal yang layak dengan kebun-kebunnya, mampu menikmati hasil jerih payahnya, terciptanya suatu relasi yang harmonis dengan Allah, dan hidup damai tanpa permusuhan. Dengan demikian kehidupan yang serba ideal tersebut merupakan karunia Allah dan bukan ditentukan oleh hasil usaha peradaban umat manusia. Apa yang tidak pernah terpikirkan oleh manusia akan menjadi suatu kenyataan hidup, yaitu Allah menciptakan kehidupan yang serba baru.

Janji Allah di masa depan itu perlu direspons oleh umat dalam kehidupannya di masa kini agar di masa “kekiniannya” janji Allah berproses dalam realitas sejarah dan peradaban manusia. Untuk itu setiap umat dipanggil untuk membuka diri diciptakan secara baru oleh Allah. Sebab makna penciptaan langit dan bumi serta Yerusalem yang baru bukan sekedar penciptaan benda-benda fisik, tetapi penciptaan kehidupan. Langit, bumi, dan Yerusalem, serta seluruh tempat tinggal menjadi rusak karena perilaku umat manusia (bdk. Kej. 6:5). Karena itu perubahan karakter dan perilaku umat manusia seharusnya yang menjadi tujuan utama dari penciptaan dan pembaruan. Selama karakter dan perilaku manusia belum diciptakan ulang secara baru maka seluruh budaya, adat-isitiadat, kebiasaan, sistem nilai, agama, dan peradabannya akan dipenuhi dengan kekerasan dan kejahatan.

Refleksi
Lihatlah sebuah bejana tanah liat. Bayangkanlah bagaimana proses pembentukannya. Dari tanah kotor yang tak berbentuk, diproses menjadi sebuah bejana indah.  Apakah Anda juga selalu terbuka untuk dibentuk dan diciptakan ulang oleh Tuhan menjadi ciptaan baru? 

Tekadku
Ya Tuhan bentuklah aku dan jadikan aku ciptaan baru agar bumi baru dan langit baru semakin mewujud melalui kehadiranku.

Tindakanku
Aku tidak akan melarikan diri dari lingkungan sekitar yang tidak nyaman dan tidak damai. Sebaliknya aku akan  semakin mendekat  kepada Tuhan agar aku dibaharui menjadi ciptaan baru yang mampu menghadirkan syalom (damai sejahtera) yang membaharui lingkungan sekitarku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«