suplemenGKI.com

Belajar dari Panggilan Yeremia

Yeremia 1:4-10

Pengantar

“Bukan kar’na kebaikanmu, bukan kar’na fasih lidahmu, bukan kar’na kekayaanmu, bukan kar’na kecakapanmu, bukan kar’na baik rupamu, bukan kar’na kelebihanmu, kau dipanggil, kau dipakai-Nya … semua anugrah-Nya bagi kita bila engkau dipakai-Nya.” Itulah lirik dari lagu yang berjudul “Semua Kar’na Anug’rahNya”. Sebuah lagu yang tepat untuk menghantar kita memasuki perenungan hari ini.

Pemahaman

Ayat 5   : Apakah rangkaian kata kerja “mengenal … menguduskan … menetapkan” dalam ayat ini memiliki makna tersendiri bagi Saudara? Mengapa?

Ayat 6-10: Bagaimana perasaan Saudara seandainya berada pada posisi Allah yang mendengarkan argumentasi penolakan Yeremia?

Sebelum berbicara tentang panggilan yang diamanatkanNya, Allah memperkenalkan diri kepada Yeremia sebagai pribadi yang telah mengenalnya, “…Aku telah mengenal engkau…”. Kata “mengenal” di sini didahului dengan kata “telah” untuk mengekspresikan bahwa pengenalan di sini sudah lengkap (di dalam tata bahasa Ibrani digunakan modus perfek). Hal ini menegaskan bahwa pengenalan Allah terhadap Yeremia bukanlah pengenalan yang dangkal, melainkan pengenalan yang utuh. Tentu saja Allah mengenal Yeremia dengan sempurna, sebab Dialah yang menciptakan Yeremia.Bahkan pengenalan itu sudah lengkap sejak “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu…”. Frasa ini menegaskan bahwa sebelum Yeremia berada di dalam rahim ibunya, ia sudah berada di dalam benak Allah.

Allah bukan hanya menciptakan Yeremia, tetapi Ia juga merancang Yeremia. Sama seperti seorang pelukis, sebelum ada wujud lukisan di atas kanvas, sesungguhnya lukisan itu sudah ada di dalam benak si pelukis. Dan Allah yang merancang Yeremia itu adalah Allah yang menguduskan Yeremia. Pengertian istilah bahasa Ibrani yang diterjemahkan menguduskan di sini bukanlah seperti pakaian kotor yang dicuci sehingga menjadi bersih tanpa noda, melainkan dalam pengertian dikhususkan, dipisahkan, diperuntukkan atau dipersembahkan. Jadi, Yeremia yang dibentuk Allah dalam rahim ibunya adalah Yeremia yang dipisahkan Allah untuk suatu tugas khusus.

Dengan pemahaman yang demikian, kita dapat lebih menyelami makna ayat 7, di mana Allah menolak argumentasi Yeremia (ay. 6). Allah sendiri yang merancang Yeremia sejak sebelum ia dibentuk Allah dalam rahim ibunya. Allah sendiri pulalah yang memisahkan (menguduskan) Yeremia untuk suatu tugas khusus. Karena itu, Allah pasti juga sudah memperlengkapi Yeremia agar dapat mengemban tugas khusus itu. Yang harus dilakukan Yeremia adalah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah.

Refleksi

Seringkali kita lupa bahwa Allah sendiri yang telah merancang dan mengkhususkan kita untuk tugas dan tanggungjawab yang harus kita pikul. Akibatnya kita menjadi enggan mengemban tugas itu.

Tekad

Doa: Tuhan Yesus, tolong saya untuk mengerti rancanganMu atas hidup saya. Amin.

Tindakan

Hidup berserah kepada kehendak Allah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*