suplemenGKI.com

Yesaya 51 : 4 – 8.

“Berita Bahagia”

Bagaimanakah perasaan kita, ketika kita menerima sebuah berita sukacita/bahagia yang akan kita terima ? misalnya kenaikan gaji ! pasti kita akan sangat gembira mendengarnya sambil berharap agar gaji itu cepat naik. Dan ketika gaji itu benar-benar naik maka kita akan mengucapkan syukur kepada Tuhan. Nabi Yesaya saat itu sedang menyampaikan berita sukacita kepada umat Yehuda berupa keselamatan/pembebasan yang akan diterima oleh umat Yehuda. Bagaimana sikap mereka dalam menyambut berita tersebut ?

Pertanyaan penuntun.

1.       Apa yang harus menjadi perhatian umat Yehuda dalam menyambut berita bahagia tersebut ? apa yang menjadi inti berita bahagia tersebut ? [ ayat 4-5]

2.       Apa yang harus dilakukan umat Yehuda dalam merespon berita bahagia tersebut ? [ayat 6-8].

3.       Pelajaran apa yang dapat kita petik dari peristiwa ini ?

RENUNGAN.

Inti dari berita bahagia yang disampaikan oleh nabi Yesaya adalah bahwa akan segera memberikan keselamatan atau kelepasan kepada umat Yehuda yang sedang mengalami penderitaan di Babel. Berita bahagia tersebut sangatlah penting dan sangat diharapkan oleh umat Yehuda. Oeh sebab itu nabi Yesaya mengharapkan agar umat Yehuda dapat merespon berita tersebut dengan sungguh-sungguh. Dan dengan seruan yang kuat nabi Yesaya menyampaikan berita tersebut. Apa saja yang diserukan nabi Yesaya :

1.       Perhatikanlah suara Ku. [ ayat 4-5]

Berita keselamatan/pembebasan segera akan dikerjakan Tuhan bagi umat Yehuda, untuk itu umat Yehuda harus memberi perhatian secara serius terhadap isi berita tersebut. Hal itu sebagai bukti bahwa mereka benar-benar mengharapkan pembebasan. Selain pembebasan Tuhan juga akan memberikan Hukum-hukum Nya, sehingga Hukum-hukum Tuhan akan menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain dan keselamatan itu juga ditujukan kepada bangsa-bangsa lain.

2.       Arahkanlah matamu ke langit. [ayat 6].

Mengarahkan mata ke langit berarti memandang ke atas kepada Tuhan. Untuk apa ? untuk melihat bagaimana Tuhan akan berkarya menyelamatkan mereka. Hal ini hendak menjelaskan bahwa mereka [umat Yehuda] sebenarnya tidak dapat menyelamatkan diri mereka sendiri sehingga mereka harus mengharapkan pertolongan yang datangnya dari atas yaitu dari Tuhan. Karena jikalau Tuhan yang menolong/melepaskan sifatnya adalah kekal dan datangnya adalah pasti.

3.       Dengarkanlah  Aku : janganlah takut… [ayat 7-8]

Walaupun mereka sudah mendengarkan berita keselamatan namun mereka masih berada dalam tekanan para penguasa Babel sehingga sangat mungkin mereka masih hidup dicekam rasa takut yang mendalam. Oleh sebab itu Yesaya menyerukan, “Dengarkanah Aku,……jangan takut jika diaibkan oleh manusia.[ayat 7].  Yesaya mengingatkan bahwa orang-orang yang tidak suka dan membenci  mereka itu tetap ada dan terus akan ada maka mereka harus selalu kuat dalam iman dan pengharapan yang kuat kepada Allah Sang Penolong sejati.

Berita Bahagia yang sejati adalah keselamatan yang diberikan Tuhan melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di atas kayu Salib. Keselamatan itu datangnya dari atas yaitu dari Allah, lalu bagaimana kita merespon berita bahagia tersebut ? yang pasti adalah kita harus menyambut berita bahagia tersebut dengan percaya dan menerima Anugerah Allah tersebut dengan iman. Dan jangan takut ketika kita harus menghadapi kesulitan atau tantangan, hadapilah semua dengan iman dan keyakinan kepada Tuhan penolong sejati. Bagaimana dengan anda ? amin.  

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«