suplemenGKI.com

Selasa, 15 Mei 2012

14/05/2012

Kisah Para Rasul 1:21-26.

 

Tuhan Menjawab Kebutuhan Dengan Tepat

            Manusia, baik pribadi maupun kolektif masing-masing mempunyai kebutuhan. Setiap pribadi mempunyai banyak kebutuhan dan berbeda satu dengan yang lain. Demikian juga kelompok mempunyai kebutuhan yang berbeda dengan kelompok yang lain. Terkadang di dalam sebuah kelompok, antar anggota yang satu dengan anggota yang lain pun tidak sama kebutuhan maupun keinginannya. Hal itulah yang sering kali membuat sebuah kelompok kemudian menjadi tidak efektif dan tidak bermakna dalam karya maupun kebersamaaan.

Suatu ketika ada tiga orang pemuda ingin mengadakan traveling ke suatu kota, masing-masing membawa kendaraan pribadi. Pada awalnya mereka start berbarengan, tetapi dalam perjalan mulai terpisah satu dengan yang lain. Keadaan itu membuat ke tiganya bukannya menikmati traveling tersebut, tetapi pusing saling menguhubungi satu dengan yang lain tentang di mana posisi masing-masing, akan bertemu di mana dan menginap di mana. Karena waktu habis untuk saling menelpon, saling mencari posisi dan sebagainya maka perjalanan menjadi tidak menyenangkan bahkan saling menyalahkan satu dengan yang lain. Kisah 1:21-26, mengajarkan bahwa Tuhan pasti menunjukkan jawaban atas kebutuhan orang-orang yang setia dalam persekutuan dengan sesama dan Tuhan.

 

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

  1. Apa yang mendasari keinginan para murid Yesus dan orang-orang yang senantiasa berkumpul itu untuk mencari pengganti Yudas?
  2. Bagaimana strategi mereka dalam mencari orang yang akan menggantikan Yudas?
  3. Jika saudara sedang menggumuli suatu kebutuhan di hadapan Tuhan, apa yang menjadi dasar doa saudara!

 

Renunghan:

Pasca kenaikan Tuhan Yesus Kristus, tanggungjawab pelayanan para murid dan orang-orang percaya bukan semakin sederhana dan sedikit, melainkan semakin bertambah dan luas. Kondisi itu membutuhkan orang yang siap dan cakap untuk dilibatkan. Untuk menemukan sosok yang demikian, mereka membutuhkan pertimbangan-pertimbangan tertentu (Lih. Ay. 21-22) Maka mereka akhirnya mengusulkan dua nama: Yustus dan Matias. Keduanya sebenarnya sudah masuk dalam pertimbangan mereka, namun itu rupanya tidak cukup untuk menjadi dasar keputusan mereka dalam memilih salah satunya.

Langkah yang dilakukan adalah mereka semua berdoa kepada Tuhan (Lih. Ay. 24-25) Inilah yang menjadi andalan mereka dalam menentukan keputusan, yaitu mempercayakan seutuhnya, sepenuhnya kepada Tuhan melalui doa mereka semua. Penyerahan itu sangat menentukan apa yang selanjutnya mereka lakukan. Yaitu dari proses pemilihan yang dilakukan,  sangat jelas karena ada campur-tangan Tuhan yang memimpin dan memberkati mereka (lih. Ay. 26) Sehingga ketika salah satu terpilih, tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak dinginkan. Artinya ada kepuasan, kelegaan dan legawa menerima orang yang dipilih itu.

Belajar dari para murid Yesus dan orang-orang percaya dalam bacaan di atas, ketika kita berhadapan dengan kebutuhan baik pribadi maupun kolektif, sangat penting untuk kita menyusun strategi. Tetapi jangan pernah mengandalkan strategi kita tanpa mempercayakannya kepada Tuhan. Karena Tuhan yang paling mengerti kebutuhan kita. Untuk itu sekalipun kita punya banyak pengalaman hidup, banyak strategi maupun kemampuan, semuanya akan sia-sia jika kita melupakan kuasa dan pimpinan Tuhan. Ada baiknya kita senantiasa mempercayakan apa yang menjadi kebutuhan kita kepada Tuhan, niscaya Dia akan menjawab kebutuhan kita. Tuhan memberkati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»