suplemenGKI.com

Selasa, 15 Juni 2010

14/06/2010

Yesaya 65:8-16

Kasih Allah Kepada Hamba-Hambanya Yang Setia.

Suatu kali saya sangat terharu mendengar cerita salah seorang pengurus sebuah gereja, dia terlibat aktif dalam persekutuan doa pagi. Suatu pagi ketika hujan turun sangat lebat sejak subuh, pengurus ini berpikir dalam hatinya “Kira-kira ada nggak ya yang datang doa pagi ini, karena cuaca hujan lebat” Dengan cuaca hujan dan hawa dingin dalam hati kecilnya meragukan apakah jemaat akan datang atau tidak, maka dia pun sedikit bermalas-malasan untuk berangkat ke gereja, sehingga akhirnya dia memang terlambat beberapa menit pada pagi itu. Betapa kagetnya pengurus tersebut karena begitu tiba di gereja, ternyata jemaat yang datang untuk doa pagi melebihi dari biasanya. Bahkan dua kali lebih banyak dari jumlah biasanya. Dia berkata dalam hatinya “Sungguh kesetiaan mereka tidak terkalahkan oleh halangan hujan, betapa mereka mencintai Tuhan”

Yesaya 65:8-16 adalah bagian ke dua dari rangkaian undangan Allah terhadap umat Israel yang hidup dalam kepalsuan dari segi peribadatan, penyembahan maupun hidup keagamaanya. Namun dalam kondisi demikian itu Allah masih menemukan hamba-hamba-Nya yang setia.

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

  1. Apa maksud pernyataan-pernyataan Allah dalam ayat. 8-10?
  2. Bagaimana dengan mereka yang terus menolak undangan Allah? (ayat. 11-12)
  3. Bagaimana keadaan hidup mereka yang setia mengiringi Allah dengan yang tidak setia?

Renungan:

Kemarin kita telah mengetahui bahwa Allah selain adil yang harus menghukum orang yang tidak taat kepada-Nya tetapi Allah juga sangat mengasihi orang yang setia dan taat kepada-Nya. Dalam ayat. 8-10, Allah berjanji akan bertindak untuk tidak menusmanhkan mereka yang setia dan dengar-dengaran kepada-Nya. Apa saja tindakan Allah bagi mereka yang setia? Pertama: Allah akan melindungi sehingga tidak sampai hancur kehidupanya (8) Kedua: Allah akan menuntun hari depan yang baik bagi mereka yang setia (9). Ketiga: Allah akan memberkati kehidupan, pekerjaan dan usahanya (10) Itulah janji-janji Allah terhadap mereka yang setia.

Bagaimana dengan mereka yang menolak Allah? Mereka akan diserahkan kepada kebinasaan dan takluk kepada kuasa kebinasaan. Artinya tidak ada keamanan, kedamaian dan ketenangan dalam hidup mereka yang menjauh dari Tuhan (ay. 12) Bangsa Israel adalah bangsa umat pilihan Allah, yang dikhususkan untuk melayani, menyembah Allah, tetapi mereka justru melayani dewa Gad dan menyuguhkan anggur bagi dewa Meni, suatu ilah-ilah lain yang ada disekitar mereka. Menunjukan betapa hidup mereka sungguh telah mendukakan hati Allah. Maka patutlah mereka harus dihukum.

Ada perbedaan yang menyolok antara orang yang setia kepada Tuhan dengan yang tidak setia. Itu diperlihatkan dalam ayat. 13-16. Yang setia akan makan dan minum, yang tidak setia akan haus dan lapar. Sepertinya kalimat itu tidak cocok, karena banyak orang fasik kaya –raya sebaliknya ada orang percaya yang berkekurangan. Maksud dari pernyataan itu: orang yang setia walaupun hidup sederhana tetapi mampu bersyukur, sedangkan orang fasik walaupun kaya-raya namun tetap merasa masih kurang. Orang yang setia bisa menikmati hidup apa adanya, sedang orang yang fasik menjadikan hidup ini suatu kompetisi yang selalu menuntut karena tidak pernah puas dengan keadaanya. Ingatlah, hanya kekayaan, kasih dan berkat dari Allah yang ssanggup membuat kita setia dan bersyukur kepada-Nya.

Selama kita belajar setia dan taat kepada Allah, selama itu kita mampu menikmati hidup ini apapun keadaanya. Selama kita tidak setia dan tidak taat kepada Tuhan, sekalipun hidup jasmani kita lebih baik dari orang lain, tetapi kita tidak akan pernah bisa bersyukur dan  menikmatinya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»