suplemenGKI.com

Yesaya 62:6-9

 

“Kasih Kepada Allah Mewujud Dalam Tindakkan”

Pengantar:
            Salah satu istilah yang paling tidak disukai oleh banyak orang adalah PHP (Pemberi Harapan Palsu) Terutama bagi mereka yang sedang berpacaran, ketika kekasihnya dengan begitu mudah mengucapkan janji-janji yang muluk-muluk tetapi pada kenyataannya hanya rayuan gombal, maka itulah yang disebut PHP – Pemberi Harapan Palsu. Bacaan renungan kita hari ini, mengajak kita untuk belajar bagaimana kasih kepada Allah itu mewujud dalam tindakkan nyata, tidak hanya sekedar ucapan di bibir saja. Mari kita telusuri bacaan Yesaya 62:6-9. 

Pemahaman:

  1. Apakah makna dari pernyataan pada ayat 6-7?
  2. Apakah makna dari pernyataan pada ayat 8?
  3. Apakah makna dari pernyataan pada ayat 9?

Tembok Yerusalem adalah salah satu aspek penting bagi kota Yerusalem yang di dalamnya terdapat Bait Allah. Pernyataan pada ayat 6-7 sesungguhnya menggambarkan betapa Allah sangat cermat melindungi, mengayomi dan menaungi umat-Nya. Keberadaan para pengintai yang berjaga-jaga di atas tembok Yerusalem mengingatkan betapa Tuhan itu selalu berjaga-jaga melindungi umat-Nya dari segala bahaya. Syair di ayat 8, seolah-olah merupakan komitmen Tuhan untuk menyatakan kasih, pemeliharaan dan penyertaan bagi umat-Nya. Ayat 9 Tuhan seperti ingin mengingatkan umat Israel, ketika mereka tidak taat kepada Tuhan maka segala hasil jerih payah mereka akan dirampas, dijarah dan dinikmati oleh musuh. Tetapi ketika mereka taat kepada Tuhan maka segala hasil jerih lelah mereka akan mereka nikmati sendiri, karena Allah yang bertindak menjadi penjaga dan pelindung mereka, sehingga tidak ada lagi orang asing atau musuh yang bisa menjamah berkat Tuhan bagi mereka. Maka sebagai konsekuensi karena Tuhan sudah begitu mengasihi umat-Nya, umat harus menunjukkan kasihnya kepada Tuhan dengan kasih yang nyata bukan PHP. Pernyataan “orang yang menuainya…..akan memuji-muji Tuhan,….di pelataran-pelataran tempat kudus-Nya” hendak menegaskan bahwa ketika umat telah mengalami kasih Tuhan, maka sudah sepantasnya umat memuji-muji Tuhan dan berada di pelataran tempat kudus Allah, artinya hidup memuliakan Tuhan dalam kata, perbuatan dan sikap. 

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Pernahkah saudara kekurangan berkat Tuhan sehingga harus kelaparan? Apa yang harus saudara lakukan bagi Tuhan karena Tuhan sudah begitu mengasihi saudara?

Tekad:
Ya Tuhan, saya bertekad untuk mengasihi-Mu dengan kasih yang nyata, yaitu hidup memuliakan Engkau melalui pelayanan yang sungguh-sungguh dan menjadi berkat bagi sesama.

Tindakkan:
Saya akan menunjukkan bahwa saya mengasihi Tuhan bukan hanya sekedar di bibir, tetapi melalui karya-karya nyata yang mewujud melalui perkataan, perbuatan dan sikap benar.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«