suplemenGKI.com

Mazmur 36:2-5

 

Kefasikan Membuahkan Dosa, Jauhilah!

 

Pengantar:
            Kata “Fasik”  menurut  Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti tidak peduli terhadap perintah Tuhan, atau percaya kepada Tuhan tetapi tidak mengamalkan perintah-Nya, sebaliknya justru melakukan hal-2 yang bertentangan dengan perintah Tuhan. Sedang “Kefasikan” berarti segala tindakan, perkataan dan pemikiran yang selalu cenderung mengarah pada sesuatu yang bernilai dosa dan pada gilirannya berwujud pada perbuatan-perbuatan yang menentang atau melawan perintah Tuhan. Sedangkan “orang fasik” adalah pelaku atau subjek dari segala perbuatan fasik. Hari ini kita akan melihat kecenderungan orang fasik. 

Pemahaman:
            Mazmur 36:2-5, merupakan nyanyian tentang kehidupan orang fasik yang sama sekali tidak punya rasa takut kepada Tuhan. Kejahatan begitu melingkupi hidupnya, mulai dari bagian inti yaitu lubuk hati berlanjut pada mulut atau perkataan sampai pada perbuatannya cenderung  mengarah pada hal-2 yang bernilai fasik.

Dampak dari kefasikannya itu ia akan dicap sebagai orang yang bersalah dan dibenci oleh banyak orang. Selain itu, karena kejahatan yang bermula dari pikiran sampai pada perkataan dan perbuatannya, itu bukan hanya merugikan orang lain tetapi juga dirinya sendiri akan menjadi orang yang tidak bijaksana. Dan yang lebih parah adalah ungkapan di ayat 5, itu mengindikasikan bahwa ia akan menjadi orang yang memakai seluruh waktunya untuk memikirkan, merancang dan melakukan kejahatan. Sehingga semua jalannya menjadi jahat dan dia tidak dapat menolaknya. Begitu berbahaya dan menderitanya jika orang hidup dalam kefasikan (Band. Maz 36:13)       

Refleksi:
            Melalui renungan ini, mari kita berefleksi secara dalam-dalam , kemudian kita bertanya dalam hati, “orang seperti apakah kita ini? apakah kita adalah orang yang kecenderungannya melawan dan menentang Tuhan? atau apakah dalam pikiran kita cenderung memikirkan hal-hal yang jahat, yang salah atau hal-2 yang bertentangan dengan firman Tuhan? ataukah perbuatan, perkataan maupun sikap kita cenderung membuat orang tidak suka dan membenci kita” Jika ternyata kita adalah orang yang demikian, berarti kita sedang berada pada jalan kefasikan. Jalan yang menuju pada penderitaan, jalan yang  menuju pada kebodohan dan menuju pada kebinasaan kekal. Apakah kita mau terus  bertahan pada posisi demikian dan tidak mau berjuang untuk keluar dari jalur itu? Betapa ruginya, sia-sianya dan tidak berartinya hidup kita apabila kita bersikap demikian. Apa yang harus menjadi tekad kita? 

Tekadku:
            Saya menyadari bahwa kefasikan adalah jalan menuju kebinasaan kekal, saya tidak mau terus berada pada jalur itu, maka saya memohon dengan segala kerendahan hati dan ketidak berdayaan kepada kemurahan dan kasih Tuhan untuk menolong saya keluar dari jalur kefasikan dan berjalan dalam jalan kasih dan kedamaian Tuhan yang menuju pada keselamatan kekal.

Tindakanku:

  1. Saya segera memulai untuk mengisi hari-hari saya, waktu-waktu saya dan jalan-jalan hidup saya dengan pikiran, perkataan dan perbuatan yang sesuai dengan firman Tuhan.
  2. Saya segera menjauh dan meninggalkan sejauh mungkin segala jalan-jalan fasik dengan pertolongan dan kekuatan dari Tuhan.

Saya akan segera menggabungkan diri dengan perkumpulan-2 sesama saudara seiman yang akan membantu saya untuk meninggalkan kefasikan, selanjutnya hidup takut kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«