suplemenGKI.com

Meneladani Kerendahan Hati Maria

Lukas 1:36-38, 46-49

 

Pengantar

Naluri manusia umumnya mengikuti hukum Aksi-Reaksi. Ketika kita “dirugikan” oleh seseorang maka naluri manusiawi kita akan muncul dalam bentuk reaksi untuk marah, gemas, kecewa dan kemungkinan besar ingin membalasnya. Saat kita berada dalam “kondisi yang buruk” maka tak jarang reaksi kita adalah mempertanyakan mengapa Tuhan membiarkan ini terjadi. Tatkala mendengar kata-kata malaikat, bahwa ia akan mengandung, jelas Maria terkejut. Kata-kata yang dilontarkannya sangatlah wajar: “Bagaimana mungkin hal itu terjadi, karena aku belum bersuami?” Mengingat hukum yang berlaku sangat ketat pada jaman itu, Maria pasti menyadari konsekuensinya. Namun sikap Maria selanjutnya sungguh sangat luar biasa. Dibutuhkan kerendahan hati yang tulus untuk bisa bersikap seperti Maria.

 

Pemahaman

- Apa kata-kata yang diucapkan Maria sebagai responsnya setelah mendengar penjelasan Malaikat Gabriel? Menurut Saudara mengapa Maria bisa bersikap demikian? (Ayat 38).

- Menurut Saudara apakah kunjungan Maria ke rumah kerabatnya, Elisabet yang juga mengandung, walau sudah berusia lanjut dan tadinya mandul, menolong Maria untuk menyanyikan lagu pujian dengan kata-kata seperti pada Ayat 46-49? Baca juga kata-kata Gabriel pada Ayat 36 dan 37.

 

Kata surrender atau menyerahkan diri bukanlah kata yang populer di jaman modern ini. Namun itulah yang dikehendaki oleh Tuhan, seperti dikatakan oleh Rasul Petrus dalam I Petrus 5:6. Maria secara tepat mengatakan, bahwa ia adalah hamba Tuhan dan menyerahkan diri agar kehendak Tuhan secara bebas terjadi pada dirinya. Ketika orang bisa merendahkan hatinya bahkan dirinya di bawah tangan Tuhan yang penuh kuasa, maka barulah jiwanya bisa benar-benar memuliakan Tuhan, seperti yang diungkapkan Maria dalam nyanyian pujiannya.

 

Refleksi

Apakah aku masih sering merasa sulit untuk menyerahkan diriku dengan segala kerendahan hati kepada Tuhan, seperti yang diteladankan oleh Maria? Apakah aku bisa tetap bersukacita, seperti Maria, ketika bukan keinginanku yang terwujud tetapi kehendakNya yang terjadi?

 

Tekad

Aku mau belajar untuk merendahkan hati bahkan menyerahkan diriku di bawah tangan Tuhan yang kuat, namun bukan berarti pasrah secara pasif dengan tidak berbuat apa-apa lagi.

 

Tindakan

Tetap berusaha, namun dalam setiap usahaku, aku mau melibatkan Allah, bahkan menempatkanNya sebagai Raja bagi kehidupanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*