suplemenGKI.com

YESAYA 56:6-8

KASIH ALLAH BAGI SELURUH UMAT MANUSIA

 

Pengantar
Kadangkala sekelompok orang Kristen tanpa sadar telah menempatkan diri sebagai persekutuan yang eksklusif. Merasa sebagai umat yang terpilih dan dikuduskan hingga tanpa sadar telah menempatkan orang lain sebagai kelompok yang najis dan tidak layak menerima anugerah keselamatan. Sikap yang demikian merupakan sikap bangsa Israel di masa lalu. Merasa diri sebagai bangsa terpilih dan dikasihi Allah membuat Israel lupa diri.

Pemahaman

Ayat 6-8  Bagaimanakah sikap Allah terhadap bangsa-bangsa lain? Adakah Allah membenci mereka? Atau Allah juga mengasihi mereka?

Menjadi bangsa terpilih telah membuat Israel terbuai dan lupa daratan. Rencana Allah dibalik pemilihan itu tidak dipahami, akibatnya rencana Allah untuk menjadikan mereka sebagai saksi-Nya tidak tercapai. Itulah sebabnya dalam teks ayat 6-8 Allah melalui Yesaya mengingatkan Israel bahwa Allah tidak hanya mengasihi mereka tetapi juga mengasihi seluruh ciptaanNya. Itu berarti Allah mengasihi juga bangsa-bangsa lain yang berbeda dari Israel. Allah melalui Yesaya menyampaikan bahwa sepanjang bangsa-bangsa lain hidup dalam ketaatan kepada Allah dan menegakkan keadilan maka Allah juga berkenan atas mereka. Firman Allah yang disampaikan Yesaya tentu bertujuan membuka mata seluruh bangsa Israel yang berada di pembuangan agar mereka tidak lagi hidup dalam keeksklusifan.

Seringkali kita tidak menyadari bahwa Allah menciptakan matahari, bulan, bintang dan segala sesuatunya bukan hanya untuk sekelompok orang. Allah menciptakannya untuk semua orang. Itulah tanda kasih Allah yang besar kepada manusia. Hal itu juga memperlihatkan keadilannya kepada seluruh ciptaanNya.

Bacaan hari ini mengingatkan Gereja untuk mampu menempatkan diri sebagaimana mestinya. Tentu yang dimaksudkan adalah seturut kehendak Allah. Gereja hadir untuk menyatakan kasih Allah. Bukan hanya bagi umat-Nya tetapi juga bagi masyarakat dimana Gereja dihadirkan. Allah menghendaki Gereja menjadi saluran kasih Allah bagi banyak orang.

Refleksi
Sudahkah kita hidup seturut kehendak Allah? Sudahkah kita juga merangkul banyak orang di luar komunitas gereja? Sudahkan kasih Allah tercermin dalam kehidupan bersama orang lain?

Tekadku
Ya Allah, mampukan kami hidup sesuai kehendak-Mu. Mampukan kami untuk membagikan kasih-Mu kepada sesama agar mereka merasakan kasih Allah yang menyelamatkan umat-Nya

Tindakanku
Membangun persahabatan dengan sesama. Hidup saling menghormati dan menghargai dengan masyarakat sekitar

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*