suplemenGKI.com

Keluaran 33:12-23.

 

Karena Engkau Telah Mendapat Kasih KaruniaKu

Pengantar:
Suatu hari seorang ibu berkeluh kesah kepada pendetanya, ia berkata “hidupku ini sepertinya selalu susah, menderita dan tidak beruntung, padahal aku ini sudah cukup setia, taat dan tekun menjalankan hidup keagamaanku. Kadang-kadang aku merasa sudah tidak kuat lagi menjalani hidup ini” Sang pendeta berkata “Ibu hidup ini memang tidak selalu menyenangkan, perjalanan hidup terkadang berliku-liku. Namun percayalah ibu bahwa Tuhan pasti akan menolong orang yang tetap berpegang pada perintah-Nya”

Pemahaman:

  1. Apa yang melatarbelakangi dialog Musa dengan Tuhan di ayat 12-18?
  2. Apa makna respons Tuhan terhadap keluhan Musa di bagian ayat 19-23?

Seperti bacaan kita kemarin, bangsa Israel dinilai oleh Tuhan sebagai bangsa yang
tegar tengkuk (keras kepala, pemberontak dan sulit dipimpin) Sebagai dampaknya mereka lebih suka mengandalkan pikiran, kekuatan dan cara mereka sendiri untuk mengatasi persoalan hidup mereka. Mereka merasa seolah-olah: Tuhan meninggalkan mereka, Tuhan tidak lagi menuntun mereka dan Tuhan membiarkan mereka. Itu semua adalah dampak dari kedegilan mereka. Pada ayat 12-18, adalah dialog Musa dengan Tuhan, di mana Musa memposisikan diri sebagai mediasi antara umat Israel dengan Tuhan. Tuhan sesungguhnya tidak membiarkan mereka berjalan sendiri melainkan berkenan memimpin mereka kembali. Keluhan Musa sebenarnya adalah mewakili umat Israel yang telah merasa terpisah, terasing dan terputus hubungannya dengan Tuhan (Alienation) Beberapa kali Musa memohon agar Tuhan menyatakan kasih karuniaNya kepada umat Israel.

Kemudian Tuhan meresponi apa yang menjadi permohonan Musa. Tuhan kemudian berkata: “engkau akan mendapat kasih karunia di hadapanKu” (v. 12) “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberi ketenteraman kepadmu” (v. 14) “karena engkau telah mendapat kasih karunia di hadapanKu dan Aku mengenal engkau” (17) “Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa…” (19) Itu semua menunjukan Tuhan hendak mengadakan pemulihan (Restoration) dengan umatNya, Tuhan hendak menunjukan penyertaanNya kepada umatNya. Namun Tuhan melakukan restoration itu memakai Musa sebagai perantaraNya, karena Umat Israel tidak akan tahan jika melihat dan berhadapan muka dengan Tuhan (20-23) karena kuasa dan kedahsyatanNya. Namun  Tuhan tetap menyediakan kasih karunia bagi umatNya yang bersedia kembali kepadaNya, sekalipun umatNya pernah jatuh dalam dosa.

Refleksi:
Terkadang kita merasa Tuhan meninggalkan kita, merasa terasing, terpisah dengan Tuhan. Bukan Dia tidak peduli dengan kita, tetapi kita yang telah tegar tengkuk terhadap firmanNya.

Tekad:
Tuhan, ampuni jika seringkali aku tidak taat, tidak setia dan cenderung mengandalkan diri sendiri ketika berhadapan dengan pergumulan hidup, aku mau kembali padaMu ya Tuhan.

Tindakan:
Kita ini tidak mampu menolong diri sendiri, maka hal terbaik adalah selalu hidup dalam kasih karuniaNya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*