suplemenGKI.com

Zefanya 1:14-18

Bukan dengan Emas Perak

 

Pengantar
“Bukan dengan emas perak, Kau membayar dosaku,” sepenggal lagu rohani yang dinyanyikan Nikita ini tentu sudah sangat familiar. Bagian awal dari lagu tersebut mengingatkan kita bahwa penebusan yang Allah kerjakan bagi manusia dibayar bukan dengan emas dan perak. Sebab memang emas dan perak adalah hal fana yang tidak dapat menyelamatkan. Pesan yang sama juga sedang diserukan oleh nabi Zefanya pada bagian ini.

 

Pemahaman

Ayat 14-16      : Seperti apa gambaran hari Tuhan di ayat ini?

Ayat 17           : Apa yang terjadi pada manusia yang telah berdosa kepada Allah?

Ayat 18           : Apa yang tidak dapat menyelamatkan manusia pada hari penghukuman Allah nanti?

Ada suatu gambaran yang sangat menyeramkan mengenai hari Tuhan itu. Zefanya menyampaikan bahwa hari itu sudah sangat dekat. Suramnya hari Tuhan bahkan membuat pahlawan yang adalah sosok pemberani justru menangis (ay. 14). Gambaran tentang kesuraman hari Tuhan dicatat dengan sangat jelas oleh nabi Zefanya (ay. 15-16). Orang yang berdosa akan ditimpa kesusahan oleh Allah. Sehingga mereka berjalan seperti orang buta (ay. 17). Darah akan menggenangi jalanan seperti debu, dan tubuh manusia berserakan seperti kotoran (ay. 17). Gambaran yang sangat ngeri. Manusia tidak memiliki tempat untuk lari dan bersembunyi. Semua yang berdosa akan merasakan hukuman dari Allah. Harta duniawi tidak dapat diandalkan lagi (ay. 18). Sebab penghukuman itu akan menghanguskan segala harta duniawi. Tidak ada yang dapat diandalkan. Hanya Tuhan yang dapat diandalkan. Tinggal dekat di hadapan-Nya menjadi cara untuk terhindar dari kemarahanNya (ay. 7).

Seberapa banyak kita yang hari ini terlalu mengandalkan harta duniawi kita? Berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin harta, sampai lupa menjaga hidup dengan baik di hadapan Allah. Ketika murka-Nya telah dicurahkan, maka tidak ada kesempatan lagi. Selagi saat ini kita masih memiliki kesempatan untuk hidup di hadapan-Nya, marilah hidup dengan takut akan Tuhan. Jangan menjalankan hidup yang berfokus pada harta duniawi, sebab itu tidak akan dapat menolong dan menyelamatkan kita. 

Refleksi
Mari merenungkan: seberapa besar fokus hidupku yang aku tujukan untuk mengumpulkan harta duniawi, sampai-sampai aku lupa untuk menjaga hidup tetap baik di hadapan Allah? 

Tekadku
Tuhan, tolonglah agar dalam menjalani hidup ini, menyenangkan Tuhan adalah fokus utamaku. Aku tidak mau menghabiskan hidup dengan mencari harta dunia, sampai akhirnya aku lupa menjaga kekudusan hidup di hadapan Allah. 

Tindakanku
Aku mau belajar untuk memprioritaskan Allah dalam hidup. Mencari Allah lebih dahulu ketika bangun pagi, dan bukannya sibuk mengurus harta duniawiku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*