suplemenGKI.com

Selasa, 14 Mei 2013

13/05/2013

Kisah Para Rasul 2 : 14 – 40

SEDERHANA NAMUN MENGAGUMKAN

Pengantar
Bagian ini adalah awal dari khotbah Petrus. Pernyataan Petrus di sini menjadi awal dari kegiatan yang akan dilakukan Para Rasul, yaitu melanjutkan karya Kristus.  Pekerjaan Para Rasul adalah sebuah pekerjaan yang digerakkan  oleh kuasa Roh Kudus. Inilah babak baru dalam sejarah kekristenan, yaitu penggenapan pemberian kuasa Allah kepada Para Rasul.  Allah yang Mahatinggi, Mahakudus, berkenan kepada manusia yang hina dan lemah untuk dilibatkan dalam karya penyelamatanNya, melalui pemberian kuasa lewat karya Roh Kudus.

Pemahaman

  1. Apa yang Petrus ungkapkan lewat khotbahnya pada waktu itu ? [ayat 14-32]
  2. Apa maksud pencurahan Roh Kudus? [ayat 33-40]

Dalam khotbahnya di Kisah Para Rasul 2, Rasul Petrus mengungkapkan kesederhanaan Injil. Pertama, ia menekankan peran Allah dalam hidup, kematian dan kebangkitan Yesus (ay.22-24). Kedua, ia menyatakan bahwa Allah telah meninggikan Yesus sebagai “Tuhan dan Kristus” (ayat 36). Terakhir, ia menunjukkan makna Injil bagi setiap orang. Petrus berkata bahwa kita menerima pengampunan dan menjadi bagian dari rencana kekal Allah melalui pertobatan secara pribadi dan melalui iman di dalam Yesus Kristus (ay. 38).

Petrus, yang mengutip Kitab Yoel (ay.18), mengatakan bahwa Allah akan mencurahkan Roh KudusNya pada hari-hari itu. Ini berarti bahwa pencurahan Roh Kudus dan tanda-tanda adikodrati yang menyertainya tidak dapat dibatasi hanya pada hari Pentakosta. Kuasa dan berkat-berkat Roh Kudus adalah bagi setiap orang Kristen untuk diperoleh dan dialami sepanjang zaman. Setiap orang percaya setelah bertobat dan dengan iman menerima Yesus Kristus akan menerima, secara pribadi, baptisan Roh Kudus. Melalui kehidupan, kematian dan kebangkitan Kristuslah kita mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Kehadiran dan kuasa Roh Kudus tidak hanya dapat terlihat nyata dalam diri seorang penginjil terkenal,  tetapi juga pada diri seorang sukarelawan yang melakukan pelayanan pribadi bagi para narapidana, dalam diri mereka yang bersaksi kepada rekan kerja ataupun tetangga, atau dalam diri guru sekolah minggu yang setia mengajar setiap minggu.

Refleksi
Ambillah saat hening sejenak, Apakah saya sudah betul-betul mengerti akan kasih karunia Allah, melalui kehidupan, kematian dan kebangkitan Kristus? Apakah anda  bersedia menjadi saksi bagi Tuhan ?

Tekadku
Ya Tuhan, pakailah saya menjadi alatmu dalam pelayananmu sesuai dengan talenta yang Tuhan berikan.

Tindakanku
Mulai hari ini kita melayani Allah dengan berdoa, memberi dan  bersaksi dilingkungan sekitar

KESELAMATAN SANGATLAH SEDERHANA SEHINGGA KITA DAPAT MELUPAKANNYA

NAMUN JUGA BEGITU DALAM SEHINGGA KITA TIDAK MAMPU MEMAHAMINYA

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«