suplemenGKI.com

Selasa, 14 Juli 2020

13/07/2020

Yesaya 44:6-8

OTORITAS TUHAN

PENGANTAR
Mengapa ramalan-ramalan tentang masa depan selalu menarik perhatian manusia? Mengapa kita selalu ingin tahu tentang masa depan? Disadari atau tidak, pengetahuan akan masa depan dapat memberi rasa aman kepada kita. Jika kita mengetahui apa yang ada di depan kita, maka kita akan dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik.  Sebaliknya, masa depan yang buram, atau yang tidak menentu, akan membuat kita takut. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dan apa yang harus kita lakukan untuk menghadapinya.

Namun, pada kenyataannya, kemampuan kita mengetahui masa depan sangatlah terbatas. Bahkan, kemajuan teknologi selalu tidak dapat menolong kita untuk memprediksi berbagai hal buruk yang akan terjadi: gempa bumi, wabah penyakit, dan sebagainya. Kenyataan itu seharusnya membuat kita sadar bahwa kita memang tidak dapat selalu mengandalkan diri kita sendiri. Kita bersyukur bahwa Tuhan selalu menyediakan diri-Nya untuk menjadi andalan kita.

PEMAHAMAN

  • Ay. 6.      Dengan sebutan apa sajakah Tuhan memperkenalkan diri-Nya ketika menyapa umat-Nya? Mengapa Tuhan menggunakan sebutan-sebutan itu?
  • Ay. 7-8.  Apa wujud otoritas Tuhan yang diungkapkan di sini? Mengapa Tuhan mengungkapkan hal ini?

Setelah menyapa umat-nya dengan berbagai sebutan khusus (ay. 1-2), sekarang (di ayat 6) Tuhan memperkenalkan diri-Nya kepada umat-Nya dengan berbagai sebutan khusus: Raja, Penebus Israel, dan Tuhan alam semesta. Semua sebutan itu menegaskan adanya otoritas, atau penguasaan, atau kepemilikan. Dengan sebutan-sebutan ini Tuhan menegaskan bahwa otoritas-Nya bukan berlaku atas umat-Nya, melainkan juga atas alam semesta.

Sebagai Tuhan atas alam semesta, Ia mengendalikan segala sesuatu yang akan terjadi, baik di masa lalu maupun di masa depan (ay. 7). Ia juga yang memegang kendali atas masa depan kehidupan umat-Nya. Karena itu, Tuhan berkata kepada umat-Nya: “Janganlah gentar dan jangan takut” (ay. 8a). Seperti kita tahu, manusia sering merasa takut menghadapi masa depan. Namun, di sini Tuhan bukan hanya melepaskan mereka dari rasa takut. Tuhan akan menjadikan umat-Nya sebagai saksi-saksi-Nya karena mereka mempunyai pengalaman yang nyata mengenai kehebatan kuasa-Nya. Mereka akan bersaksi bahwa Tuhanlah satu-satunya “Gunung Batu”. Metafora ini menegaskan bahwa kuasa-Nya akan kokoh sepanjang masa dan mereka dapat selalu mengandalkan-Nya.

REFLEKSI
Kita memang tidak selalu mampu memahami dan menghadapi masa depan kita, namun kita dapat mengandalkan Tuhan yang memegang kendali atas alam semesta.

TEKADKU
Tuhan, ampunilah aku yang lebih sering mengandalkan diri sendiri dan sering mengabaikan otoritas-Mu atas seluruh kehidupanku.

TINDAKANKU
Selama seminggu ini aku akan mempelajari minimal dua pengetahuan/pemahaman yang baru mengenai otoritas Tuhan atas manusia dan atas alam semesta.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»