suplemenGKI.com

Selasa, 14 Juli 2015

13/07/2015

2 Samuel 7:8-16

BERMULA DARI ALLAH

 

PENGANTAR
“Nama saya Digjo Hari”, sambut seorang bapak kepada saya ketika pertama kali berkenalan.  Bapak yang lahir dan dibesarkan di Desa Peniwen, Kabupaten Malang ini lantas menjelaskan arti namanya.  “Digjo” singkatan dari ngedegke grejo (Indonesia:  berdirinya gereja); sementara “hari” sama dengan “hari” dalam bahasa Indonesia.  Artinya, beliau dilahirkan bersamaan dengan hari dimana GKJW Peniwen dibangun. “Ya supaya ingat terus sama Tuhan dan gereja-Nya”, demikian beliau menyampaikan pesan orangtuanya.  Bacaan hari ini mengajarkan kebenaran yang kurang lebih sama, yaitu bahwa Allah adalah pribadi yang memulai atau berinisiatif membangun rumah-Nya.  Mari kita sama-sama belajar!

PEMAHAMAN

Ayat 8-9          :  Apa peran Allah dalam pengalaman hidup Daud?

Ayat 10-11      :  Apa peran Allah dalam perjalanan bangsa Israel?

Ayat 12-16      :  Apa janji Allah kepada Daud dan keluarganya?

Apa peran Allah dalam perjalanan kehidupan anda?

Apa yang anda simpulkan tentang kasih setia Tuhan dalam perjalanan hidup?

Pengalaman orangtua bapak Digjo Hari yang bermaksud mengenang pertolongan Tuhan melalui nama yang diberikan kepada anaknya mengajarkan betapa pentingnya Tuhan dalam kehidupan.  Tuhan penting karena Dialah yang memulai menyatakan dan mempercayakan kasih itu.  Terbukti, bapak Digjo Hari kemudian menjadi salah satu aktivis dalam pertumbuhan GKJW Peniwen.  Bahkan salah satuanaknya menjadi pendeta di sinode gereja yang sama.  Pengalaman yang menegaskan kembali bahwa Tuhanlah yang memulai segalanya.  Demikian pula dalam perjalanan kehidupan  iman Daud, khususnya ketika Daud mengungkapkan keinginannya membangun “rumah” bagi Allah, “lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda” (ay.2).  Tabut dipahami sebagai simbol kehadiran Allah di tengah umat-Nya.  Keinginan Daud ini lahir dari rasa syukur dan pengakuannya akan penyertaan Allah yang “telah mengaruniakan keamanan kepadanya” (ay.1).  Itu sebabnya nabi Natan menyerahkan semua keinginan itu kepada Daud, “lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu” (ay.3) sebagai bentuk dukungan mewujudkan ‘rumah’ Allah di tengah Israel.

Allah berkehendak lain.  Allah punya waktu dan cara sendiri.  Yang menarik, firman Allah melalui nabi Natan menegaskan kebenaran bahwa ‘rumah’ Allah bukanlah inisiatif manusia, tetapi Allah yang memulainya.  Allah dengan jelas menyampaikan riwayat panggilan hidup Daud, yang semula menjadi “penggiring kambing domba” kemudian menjadi “raja atas umatKu” (ay.8).  Dengan kata lain sejarah kehidupan Daud dan Israel bermula dari Allah sendiri yang sejak awal hendak “menentukan tempat” bagi umatNya untuk tinggal dan berdiam (ayat 10).  Bukan hanya bicara tentang bangsa tetapi juga ‘rumah’ bagi Allah dimana setiap umat dapat beribadah bersama.  Allah yang memulai, Dia jugalah yang menentukan semuanya.  Itu sebabnya benar bila sekarang dikatakan bahwa gereja adalah milik Allah, bukan manusia.  Allah yang memulai, memanggil, mengumpulkan, memeteraikan, menumbuhkan dan mengutus umat-Nya.  Tidak boleh seorangpun yang seolah merasa lebih berhak memiliki gereja selain Allah sendiri.

REFLEKSI
Jika Allah yang memulai dan menetapkan gereja sebagai ‘rumah bagi-Nya’, hal itu berarti Dialah yang menjadi pemilik dan tuan atas gereja.

TEKADKU
Tuhan tolonglah agar aku belajar menghargai Allah sebagai pemilik gereja, melalui sikap hidup dan pelayananku.

TINDAKANKU
Aku hendak mewujudkan pengakuanku bahwa Allah adalah pemilik gereja melalui karya pelayanan yang bertanggung jawab.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»