suplemenGKI.com

Bacaan : YESAYA 39:14-26

TUHAN TIDAK PERNAH MENINGGALKAN

 

Pengantar
Ketika seseorang mengalami penderitaan dan kesusahan yang berat, ia merasa bahwa dirinya ditinggalkan dan dilupakan Allah. Allah dipahami sebagai Allah yang tidak berbelas kasihan dan tega terhadap penderitaan umatnya.

Benarkah demikian? Benarkah Tuhan meninggalkan umatNya dan tidak berbelas kasihan? Renungan kita hari ini memberi jawaban terhadap semua pertanyaan tersebut di atas. 

Pemahaman

  1. Bagaimana Allah memberi kepastian pertolonganNya kepada orang-orang percaya yang sedang mengalami masa-masa sulit? (Ayat 14-15)
  2. Bagaimana dan dengan apa Tuhan menggambarkan kasihNya? (Ayat 15-26) 

Tuhan itu penuh kasih sayang kepada umatnya dan kasih sayang Tuhan itu diwujudkan dengan memberi pelajaran / ganjaran kepada umat  yang memberontak kepadaNya dan memberi berkat kepada umat yang setia dan taat kepadaNya. Namun tidak selamanya Tuhan memberi ganjaran kepada umat yang memberontak. Ketika umat sudah bertobat maka Tuhan akan memberi berkatNya kepada mereka. Masa menerima ganjaran dan pemulihan inilah yang dinamakan masa-masa sulit. Ketika orang percaya sendang mengalami masa-masa sulit itulah umat perlu memahami bahwa Tuhan itu penuh kasih saying/ Seperti apa kasih sayang Allah itu dinyatakan ?

  1. KasihNya kepada kita lebih besar daripada kasih seorang ibu bagi anaknya. Tidak ada seorang ibu di dunia ini yang tidak menyayangi anaknya. Seperti apapun anaknya, seorang ibu pasti menyayangi anaknya. Sudah barang tentu kasih Tuhan kepada umatNya lebih besar dari kasih ibu bagi anaknya, karena itu Tuhan pasti tidak akan melupakan umatNya. Khususnya pada masa keputusasaan dan kesusahan.
  2. Belas kasihanNya untuk kita tidak akan pernah gagal. Dia mengawasi kita dengan penuh kelembutan dan kasih, dan kita dapat yakin dengan sepenuh hati bahwa. Dia tidak akan pernah meninggalkan kita. Apapun yang sedang kita alami, baik suka maupun duka, sehat maupun sakit, kaya maupun miskin pasti Tuhan tetap menunjukkan kasihNya kepada kita.
  3. Bukti kasih Allah yang besar ialah bahwa Dia melukis kita di telapak tanganNya. Bekas luka di telapak tangan itu senantiasa di depan mataNya sebagai bukti kasihNya yang besar, yang dicurahkan atas kita. Kasih yang sedemikian besar itulah yang memungkinkan kita untuk terus menikmati anugerahNya. Untuk itu tiada kata yang indah yang patut kita ucapkan selain “Terima kasih Tuhan atas kasihMu yang besar kepada saya! Amin.  

REFLEKSI
- Apakah yang saudara rasakan ketika menghadapi masa-masa sulit?
  Apakah saudara merasakan Kasih Tuhan atau sebaliknya?

- Bagaimana saudara memahami kasih Tuhan dalam hidup saudara?

TEKADKU
Ya Tuhan saya berterima kasih kepadaMu karena Engkau adalah Allah yang tidak pernah meninggalkan saya baik dalam suka maupun duka.

TINDAKANKU
Mulai hari ini saya tidak perlu kuatir dan takut dalam menjalani hidup ini, karena saya mempunyai Allah yang tidak pernah meninggalkan saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«