suplemenGKI.com

IMAMAT 19:9-18

HIDUP YANG BERKENAN DIHADAPAN ALLAH

 

Pengantar

Hidup dalam kekudusan bukan berarti menempatkan diri menjadi bangsa yang terasing dari bangsa lainnya. Menjadi bangsa yang terpilih bukan berarti menjadi eksklusif dan tidak terbuka kepada kehadiran bangsa lain. Menjadi bangsa terpilih yang dituntut hidup kudus berarti menjadi bangsa yang hidup dalam kebenaran dan menjadi teladan bagi bangsa-bangsa lain.

Pemahaman

Ayat 9-10             Sikap terhadap orang miskin?

Ayat 11-13           Hidup dalam kejujuran?

Ayat 14                 Sikap terhadap kaum disabilitas?

Ayat 15                 Bagaimana menegakkan keadilan?

Ayat 16-18           Ketetapan tentang hubungan persaudaraan?

 

Kitab Imamat berisi berbagai ketetapan dan hukum yang mengatur sikap hidup bangsa Israel. Allah menetapkan hal itu dengan maksud agar umat pilihan-Nya hidup dalam kekudusan. Hidup kudus berarti hidup benar dan berkenan dihadapan-Nya. Saat berbagai ketetapan disampaikan, Allah menegaskan bahwa Allah menghendaki umat hidup dalam kekudusan.

Berbagai ketetapan dan hukum disampaikan Allah kepada bangsa Israel melalui Musa. Ketetapan dan hukum itu mengatur sikap hidup bangsa Israel terhadap sesamanya. Ayat 9-10 mengatur sikap kepada orang-orang Miskin. Umat Allah diminta untuk tidak menghabiskan seluruh hasil panennya, namun menyisakannya untuk mereka yang miskin. Perihal sikap hidup jujur, Allah menghendaki agar umat Allah tidak mencuri, tidak berbohong, tidak berdusta, bersumpah dusta, memeras dan merampas hak orang lain (ayat 11-13). Allah juga menaruh perhatian terhadap hubungan umat dengan kaum disabilitas. Allah menghedaki agar umat tidak mempermainkan kaum difabel. Allah menghendaki agar umat menghormati mereka (ayat 14). Mengenai sikap hidup yang menjunjung keadilan juga menjadi perhatian Allah. Allah menghendaki umat agar menjunjung tinggi kebenaran (ayat 15). Mengenai hubungan persaudaraan, Allah menghendaki agar umat senantiasa hidup saling mengampuni dan mengasihi (ayat 16-18)

Allah mengatur detail sikap hidup yang harus dibangun oleh umat-Nya. Allah melakukan ini bukan tanpa tujuan. Peraturan dan hukum bukan semata-mata dibuat hanya untuk menjaga kekudusan hidup tetapi agar umat melatih diri memiliki cinta kasih terhadap sesamanya.

Refleksi

Sudahkah kita membangun hubungan yang akrab dan penuh cinta kasih dengan sesama? Ataukah kita masih hidup eksklusif dan tidak mau tahu dengan keadaan orang lain?

Tekadku

Ya Allah, mampukan kami hidup dalam kebaikan. Menebar kasih sayang kepada sesama, merangkul mereka yang papa dan menguatkan mereka yang lemah

Tindakanku

Belajar memperhatikan orang-orang disekitar. Membangun hubungan baik dengan semua orang.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*