suplemenGKI.com

Kisah Para Rasul 28:23-31

 

“Teruslah Beritakan Kebenaran”

Pengantar:
Ada sebuah ungkapan yang berkata “Untuk membakar setumpuk jerami cukup dengan satu batang korek api, untuk memadamkan api yang membakar tumpukan jerami itu tidak cukup dengan satu ember air” Artinya: Untuk menghancurkan suatu kebenaran cukup dengan menebarkan sebuah hasutan atau berita hoax, untuk mempertahankan kebenaran dibutuhkan perjuangan, keberanian dan kesetiaan pada kebenaran itu sendiri. Itulah realita yang terjadi di dunia ini sehingga tidak sedikit orang menderita akibat hasutan atau hoax yang beredar. Misalnya tentang pencemaran nama baik, sekali nama baik dicemarkan dibutuhkan perjuangan dan keberanian untuk memulihkannya. Kita semua berharap agar semakin banyak orang yang menjadi pemberita-pemberita kebenaran yang menyelamatkan di dalam Tuhan Yesus.

Pemahaman:

  1. Apa yang melatar belakangi sehingga Paulus harus bersaksi tentang kegiatannya? (v. 23)
  2. Apakah makna pernyataan mulai dari ayat 24-27?
  3. Haruskah kita berhenti menyatakan kebenaran karena menghadapi tantangan? (v. 28-31)

Perjalanan Panjang Paulus menuju Roma dengan segala tantangan dan ancamannya adalah dalam rangka ia akan naik banding terkait dengan banyaknya tuduhan dari orang-orang yang menentangnya terkait dengan keyakinan dan pengajarannya tentang kerajaan Allah, kebangkitan orang mati dan keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus (v. 19). Walaupun dalam persidangan-persidangan terhadap Paulus tidak didapati suatu kesalahan yang setimpal dengan tuntutan hukuman mati atas dirinya, tetapi para pemuka-pemuka agama Yahudi tetap menghendaki agar Paulus dihukum. Itu sebabnya Paulus naik banding pada kaisar sebagai penguasa tertinggi di wilayah kekaisaran Romawi. Ketika Paulus menjelaskan tentang kerajaan Allah, dan berdasarkan hukum Musa dan kitab para nabi untuk meyakinkan orang-orang terkemuka bangsa Yahudi dengan durasi waktu dari pagi sampai sore, namun ternyata tidak menghasilkan kata sepakat bahkan orang banyak itu kemudian pergi meninggalkan Paulus dengan kata lain mereka tetap tidak percaya dan berharap Paulus tetap harus dihukum. Hal yang luar biasa dari Paulus adalah di tengah-tengah ancaman hukuman yang dihadapi dia tetap tidak berhenti memberitakan tentang kebenaran pada banyak orang. Bahkan selama dua tahun berada di Roma dijadikannya kesempatan untuk memberitakan kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus dengan terus-terang tanpa ragu dan bimbang.

Refleksi:
Saudara-saudara, apakah engkau merasa yakin bahwa engkau sudah memiliki kebenaran di dalam Tuhan Yesus Kristus? Apakah engkau siap memberitakan kebenaran walaupun banyak rintangan? Jangan takut karena Sang Kebenaran Yesus Kristus akan selalu menyertai kita.

Tekadku:
Ya Tuhan Yesus, saya sangat yakin bahwa Engkaulah Sang kebenaran sejati yang dapat menyelamatkan. Berilah keberanian pada saya untuk terus memberitakan kebenaran-Mu itu.

Tindakanku:
Saya yakin hanya Tuhan Yesuslah Sang kebenaran yang dapat menyelamatkan orang berdosa, oleh sebab itu mari di masa penantian ini kita terus memberitakan Dia kepada sesama kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«