suplemenGKI.com

Mazmur 34:9-14

 

Mengecap Kebaikan Tuhan

 

Salah satu topik yang dipertanyakan manusia ketika menghadapi persoalan hidup adalah kebaikan Tuhan. Perenungan kita hari ini akan membantu kita untuk menghayati kembali kebaikan Tuhan itu.

- Pernahkah Saudara memperhatikan kehidupan singa? Bagaimana Pemazmur memakai singa untuk menggambarkan pemeliharaan Tuhan?

- Apakah Saudara pernah meragukan pemeliharaan Tuhan atas hidup Saudara? Mengapa?
Renungan
Singa adalah raja hutan. Namun demikian ia dapat merana kelaparan. Pengertian merana kelaparan di sini adalah mengalami penderitaan lapar karena kekurangan bahan makanan. Kelaparan ini dapat disebabkan oleh tidak adanya mangsa yang dapat diburu (bnd. Ayub 4:11) atau karena singa yang berburu itu kekurangan tenaga untuk dapat berburu dengan baik, sehingga buruannya itu menjadi lepas). Namun penyebab kedua itu bertentangan dengan penjelasan Pemazmur bahwa yang merana kelaparan adalah singa muda. Kata “muda” ini memberikan gambaran bahwa singa yang berburu mencari mangsa adalah singa yang masih dengan stamina prima, bukan singa tua yang kurang tenaga. Singa muda itu tidak akan kalah gesit dengan mangsanya. Tapi toh singa muda tetap bisa tidak mendapatkan mangsanya, kekurangan bahan makanan, merana kelaparan.

Adalah menarik kalau kita mengingat apa yang dikatakan Mazmur 104:21, di mana dikatakan, “Singa-singa muda mengaum-aum akan mangsa, dan menuntut makanannya dari Allah.” Hal ini senafas dengan kalimat berikutnya dari Mazmur 34:11, yaitu “orang yang mencari Tuhan tidak kekuarangan sesuatupun yang baik.” Pernyataan ini menegaskan bahwa sumber kehidupan ini adalah Tuhan. tanpa Tuhan, kehidupan singa sekalipun akan berakhir. Karena itu, sudah seharusnya kalau kita hidup dengan takut akan Tuhan. Pemazmur melihat betapa pentingnya untuk hidup takut akan Tuhan, sehingga dia bertekad untuk mengajarkannya kepada anak cucunya (ay. 12).

Terkait dengan konsep takut akan Tuhan itu, kita patut memperhatikan bagaimana Pemazmur menyandingkan “mencari Tuhan” dengan “takut akan Tuhan”. Dari penyandingan ini kita dapat melihat bahwa orang yang takut akan Tuhan pasti akan mencari Tuhan, bukan malah menjauh dari Tuhan, sebab orang yang takut akan Tuhan akan mencari kehendak Tuhan. Upaya pencarian itu tidak hanya berhenti pada pengetahuan saja, tetapi sampai pada tahap bagaimana agar kehendak Tuhan itu menjadi landasan perilaku sehari-hari. Seruan Pemazmur agar kita menjaga lidah kita dari apa yang jahat dan bibir kita terhadap apa yang menipu merupakan salah satu wujud konkret dari sikap hidup orang yang takut akan Tuhan. Perilaku ini berakar pada kesadaran bahwa Tuhan menghendaki umat-Nya untuk menjaga perkataannnya (Kel. 20:16).

Dari pemaparan di atas kita dapat melihat bahwa pemeliharaan hidup ini ada di tangan Tuhan. Sekalipun kita memiliki kekuatan hebat seperti singa muda, namun bila tanpa Tuhan maka kita akan mengalami masa kekeringan dalam hidup ini. Karena itu kita harus takut akan Tuhan, mencari kehendak Tuhan.

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«