suplemenGKI.com

ANTARA KUASA & BELA RASA

AMOS 8:4-7

 

Pengantar
Manusia adalah homo faber. Ia mengungkapkan dirinya dengan bekerja. Namun, manusia bukanlah barang atau mesin yang tak punya hati. Sementara ia bekerja, ia memiliki hati, perasaan yang halus yang mudah digetarkan oleh kesulitan, kesusahan dan penderitaan orang lain. Oleh karena itulah manusia mampu berbela rasa. Berbela rasa dalam praktik kehidupan sehari-hari dapat diartikan sebagai peduli dan ikut merasakan kesusahan orang lain untuk dapat memberikan pertolongan. Namun di tengah kesibukan dan persaingan kehidupan, apakah Anda masih sempat berbela rasa? Ataukah Anda lebih disibukkan dengan segala tujuan mengejar keuntungan dan kesuksesan? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 4-6 : Apakah yang dialami orang miskin dan sengsara dalam ayat ini?
  • Ayat 7     : Mengapa TUHAN tidak melupakan perbuatan para penindas rakyat?

Bacaan kemarin dan hari ini mengisahkan kisah kehidupan umat TUHAN yang berada dalam ketidakadilan. Para pejabat dan penguasa menindas rakyat yang miskin dan lemah. Kalimat “menginjak-injak orang miskin, membinasakan orang sengsara, membeli orang lemah” ( ayat 4- 6) adalah kalimat aktif yang menggambarkan betapa  para penguasa menampilkan dirinya sebagai sosok yang pongah dan tidak peduli pada rakyat yang lemah. Tampaknya mereka yang miskin dan lemah justru diperas dan ditindas demi keuntungan para penguasa. Para pejabat yang seharusnya melindungi rakyat, menguatkan mereka yang lemah dan mensejahterakan mereka yang miskin justru “berpesta” di tengah derita rakyat. Uang dan kekuasaan telah menjadi tujuan utama hingga mampu mengorbankan segala hal termasuk manusia. Harkat dan martabat manusia telah dikalahkan kekuasaan dan harta benda duniawi. Mereka bekerja seperti mesin tanpa hati. Mereka dibutakan oleh kuasa sehingga tak mampu berbelarasa.

Melihat hal itu, ALLAH bertindak dalam bela rasa terhadap umat-Nya yang miskin dan lemah. ALLAH Sang Penguasa kehidupan tak pernah bisa tinggal diam ketika melihat penderitaan umat. ALLAH peduli pada jerit tangis umat-Nya yang lemah. Dia turun tangan untuk menghentikan kepongahan para penguasa dan  menghukum mereka.

Sesungguhnya memiliki kuasa harus dibarengi dengan hati yang mau berbelarasa sebab bila tidak manusia akan kehilangan kemanusiaannya. Demikian pula dalam keluarga, bila Anda memiliki kuasa, maka pakailah untuk berbela rasa pada anggota keluarga yang lemah bukan malah mengorbankan mereka. Keluarga yang kuat adalah keluarga yang anggotanya selalu mau berbela rasa pada siapa saja. Para orang tua perlu memakai kekuasaannya untuk peduli dan berbelarasa pada anak-anak yang lemah, bukannya mengeksploitasi anak-anak demi kebanggaan dan kepuasan orang tua. Sejak dini anak-anak perlu melihat orang tuanya bukan hanya mengejar harta dan kesuksesan namun selalu peduli dan berbelarasa sehingga anak-anak juga belajar berbela rasa pada orang  tua, saudara-saudara dan siapa saja. Keluarga yang kuat adalah keluarga yang anggotanya memiliki hati yang selalu peduli untuk berbagi iman, pengharapan dan kasih persaudaraan.

Refleksi
Ingatlah apa saja kegiatan keluarga Anda selama ini? Apakah Anda memiliki cukup waktu untuk peduli dan berbela rasa pada anggota keluarga yang lemah? Apakah Anda memiliki program keluarga yang beraksi nyata dalam bela rasa pada yang miskin, papa,  tersingkir, sakit dan cacat?

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku untuk selalu mampu berbelarasa pada setiap anggota keluarga dan siapa saja.

Tindakanku
Mulai hari ini aku akan menyempatkan diri untuk menyapa dengan kasih serta membantu anggota keluarga yang lemah dan tetangga/kawan yang dalam keadaan miskin /sakit/mengalami ketidakadilan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*