suplemenGKI.com

Yunus 4 : 1 – 11.

“Belajar memahami kasih setia Allah”

Banyak peristiwa dalam hidup ini memiliki makna yang dalam, hal ini bisa menjadi anak tangga yang mengantar kita kepada kedewasaan rohani. Namun untuk menemukannya kita perlu berefleksi, memikirkan dan merenungkannya. Kadang Tuhan memakai peristiwa dalam hidup ini untuk mengajar dan mengingatkan kita. Kepada orang yang satu, sebuah peristiwa mungkin sudah cukup namun hal itu belum tentu cukup bagi yang lain. Bacaan hari ini menunjukkan makna yang dalam dari pengalaman Yunus.

Pertanyaan penuntun.

  1. Mengapa Yunus menjadi kesal dan marah kepada Tuhan ? ayat 1-3.
  2. Apa yang dilakukan Tuhan terhadap Yunus ? atas kemarahan Yunus ? ayat 4-8.
  3. Bagaimana cara Tuhan agar Yunus dapat beajar tentang kasih setia Allah ? ayat 6-11.
  4. Bagaimana kita dapat belajar tentang kasih setia Tuhan melalui peristiwa ini dan setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan ?

RENUNGAN.

Nabi Yunus tidak dapat memahami belas kasih Allah kepada Niniwe, sehingga ia menjadi sangat marah kepada Tuhan ketika Tuhan tidak jadi melaksanakan penghukumanNya kepada Niniwe, tetapi malah menyelamatkannya. Yunus berpikir bahwa Tuhan hanya mau menyelamatkan orang Israel saja dan tidak menghendaki bahwa bangsa-bangsa lain menerima pengampunan dan keselamatan. Kemarahan Yunus begitu memuncak dibawa dalam doanya yang egosentris dan membenarkan diri [ ayat 2 ]. Yunus tidak dapat melihat pergumulan orang-orang Niniwe, bagaimana sulitnya memulai proses pertobatan dan betapa sulitnya Allah yang Maha Kudus mengampuni sebuah komunitas yang pernah melakukan dosa yang besar ? padahal seharusnya seorang nabi seperti Yunus justru memohon kepada Allah supaya mengampuni mereka. Tetapi justru ketika Allah menghargai pertobatan orang-orang Niniwe dan mengampuni kesalahan dan dosa mereka justru Yunus marah besar. Rasa marah, kecewa, malu, putus asa bercampur aduk dan membuat Yunus frustasi sehingga bagi Yunus mati adalah lebih baik baik dan membebaskan dari berbagai persoalan bahkan tidak perlu menghadapi konsekwensi-konsekwensi yang menyulitkan. Yunus hanya melihat hal-hal yang negative, ia sama sekali tidak melihat kepada keberhasilan penginjilannya, dimana ia baru saja mencapai suatu prestasi yang luar biasa, ketika ia berhasil menyelamatkan begitu banyak orang di kota Niniwe yang akan ditunggang balikkan Tuhan. Dari peristiwa ini Yunus harus belajar tentang kasih setia Tuhan.

  1. Yunus tidak perlu marah, tetapi Tuhanlah yang seharusnya marah kepada Yunus. Ada beberapa kesalahan Yunus yang sangat mencolok, pertama, ia telah meninggalkan panggilan Tuhan. Kedua, Yunus marah karena Tuhan membatalkan hukuman kepada Niniwe ketiga, Yunus kelihatan sangat dendam kepada orang-orang Niniwe. Seharusnya hal itu disadari Yunus, ia harus bisa merenungkan setiap peristiwa yang telah terjadi ? mengapa Tuhan membatalkan penghukumanNya ?
  2.  Bahwa segala peristiwa yang terjadi ada campur tangan Tuhan. Tuhan memberikan refleksi kedua dengan tumbuhnya pohon jarak yang memberikan keteduhan [naungan] bagi Yunus. Berkat pohon jarak itu Yunus bersukacita karena memberinya perteduhan, namun tidak ada rasa syukur sedikitpun kepada Tuhan atas perteduhan itu. keesokan harinya perteduhan itu sirna karena ulat penggerek pohon. Tampaknya Yunus tidak bisa berefleksi melalui peristiwa pohon jarak tersebut, sehingga ia mengatakan, “selayaknya aku marah sampai mati”. Rasa sayang Yunus pada pohon jarak itu sungguh berlebihan, perasaan ini bertolak belakang dengan perasaannya kepada orang-orang Niniwe. Kalau kepada pohon jarak itu Yunus bisa sayang bukankah Tuhan lebih sayang kepada warga sebuah kota yang bertobat. Kepada mereka seharusnya diberitakan kasih dan kebenaran agar mereka tidak berbuat dosa lagi.

Bagaimana dengan anda dalam memahami kasih setia Tuhan ? pernahkah anda merefleksikan setiap peristiwa yang terjadi bahwa ada campur tangan Tuhan ? jadikan pengalaman yang berharga dari peristiwa Yunus ini untuk belajar tentang kasih setia Tuhan. Amin. 

Sesungguhnya kasih setia Tuhan dapat dipahami melalui setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*