suplemenGKI.com

Bacaan : Ayub  38 : 1-7 ( 8-38).

 Thema : AKU MENGGENDONG ENGKAU

PENGANTAR.
Pada suatu malam seseorang bermimpi…….. ia bersama Tuhan berjalan di pasir putih menyusuri pantai. Diatas – dilangit biru jernih  tampak rekaman dari peristiwa-peristiwa yang ia alami sepanjang hidupnya. Pada setiap  peristiwa, ia melihat jelas dua pasang jejak kaki, satu pasang jejak kakinya dan satu pasang jejak kaki Tuhan. Sewaktu muncul rekaman dari peristiwa terakhir dalam hidupnya ia terkejut. Ia menoleh ke belakang mengamati jejak kaki itu. Ia temukan bahwa sering dalam hidupnya, hanya ada satu jejak kaki. Dan itu terjadi tepat pada saat-saat yang paling kritis dalam hidupnya. Kenyataan itu membuat ia kebingungan. Dan dia bertanya kepada Tuhan, : “Tuhan Engkau berjanji kalau aku membuat keputusan untuk mengikuti Engkau, maka Engkau akan selamanya menyertai aku. Tapi ternyata pada saat-saat paling kritis dalam hidupku, hanya ada satu jejak kaki. Mengapa pada saat-saat demikian, dimana aku sangat membutuhkan kehadiran Tuhan, ternyata Tuhan alpa tidak hadir ? “Anak-Ku, Tuhan menyahut. “Aku mengasihi engkau. Aku tidak akan pernah meninggalkan engkau. Selama engkau mengalami cobaan dan dalam keadaan yang sangat kritis, yakni pada saat-saat hanya ada satu jejak kaki, pada saat-saat kritis itu, sesungguhnya Aku menggendong engkau.

PEMAHAMAN.

  1. Benarkah Tuhan meninggalkan Ayub ? ( ayat 2-7 )
  2. Apa yang hendak Tuhan nyatakan kepada Ayub ? ( ayat 2-7 )
  3. Bagaimana jawaban Allah ? ( ayat 8-38 )

Kisah diatas hendak menjelaskan sebuah makna kehidupan. Bahwa orang yang dilanda kesulitan merasa kehilangan Allah, tapi sebenarnya ia sedang berhadapan dengan Allah. Ayub merasa bahwa Allah tidak peduli dengan penderitaannya. Dan ia merasa seorang diri menderita dengan sangat. Namun yang sesungguhmya adalah bahwa Tuhan sangat peduli kepada Ayub. Tuhan selalu menopang kehidupan Ayub, walaupun Ayub tidak menyadari hal itu. Pada ayat 3 menjelaskan bahwa Tuhan ingin menundukkan, merendahkan dan memperlihatkan kebodohan Ayub, kemudian Allah hendak mendidik Ayub melalui pernyataan dan pertanyaan yang tajam, seolah-olah Tuhan mengajak Ayub berjalan-jalan di tengah-tengah ciptaanNya. Apakah engkau melihat ini ? apakah engkau mengenal itu ? disinilah Allah hendak mengajak Ayub untuk melihat kebesaran Tuhan ditengah-tengah ciptaanNya. Dan ditengah-tengah keajaiban dunia ciptaanNya, Tuhan memperhatikan Ayub sedemikian rupa dan Tuhan tidak akan pernah meninggalkannya.

Seringkali ketika kita sedang mengalami kesulitan dan penderitaan. kita menganggap bahwa Allah tidak peduli dengan penderitaan kita. Padahal sesungguhnya Tuhan itu sangat peduli dan memperhatikan kita. Bahkan ketika kita merasa tidak kuat menghadapi pencobaan, maka Tuhan akan menggendong kita. Betapa luar biasanya perhatian Tuhan kepada umatNya.

REFLEKSI.
Ambillah saat hening sejenak, ingatlah kepada peristiwa-peristiwa dimana saudara mengalami situasi-situasi sulit. Apakah yang terjadi pada saat-saat saudara mengalami situasi-situasi sulit ? apakah saudara merasa berjuang sendiriaan ? atau saudara merasa mendapat kekuatan dan pertolongan Allah ?

TEKADKU.
Ya Tuhan saya bersyukur kepadaMu karena Engkau selalu menopang saya dalam saat-saat saya menghadapi situasi sulit.

TINDAKANKU.
Saya akan mengambil waktu untuk bersaksi kepada orang yang menghadapi pencobaan  dan berdoa bagi mereka.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*