suplemenGKI.com

Daniel 12:4-13.

 

“Hidup Bijaksana Sampai Akhir Zaman”

Pengantar:
Sekitar tahun 605 SM, Yehuda jatuh dalam kekuasaan Babel di bawah pimpinan  Nabukadnezar. Nebukadnezar bukan saja menjarah semua aset berupa materi dari Yehuda, tetapi juga termasuk generasi muda Yehuda yang dipandang tidak bercela, berperawakan baik, memahami berbagai-bagai hikmat, pengetahuan dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, di antaranya adalah Daniel (Lih. Dan 1:3-5) Daniel dikaruniai hikmat dan kemampuan oleh Tuhan untuk mengartikan mimpi, sehingga ia diangkat oleh raja menjadi penguasa atas seluruh wilayah Babel (Lih. Dan 2:48) Itu semua karena Daniel teguh beriman, setia dan taat kepada Tuhan. Melalui Daniel pulalah nama Allah dikenal dan ditakuti di negeri Babel. Dalam Daniel pasal 12 ini, Allah menganugerahkan penglihatan tentang keadaan akhir zaman kepada Daniel. Apa yang bisa kita pelajari dari penglihatan Daniel tersebut?

Pemahaman:

  1. Hal penting apakah yang hendak ditunjukkan dalam pernyataan di ayat 10?
  2. Apakah maksud pernyataan di ayat 12?

Penglihatan-penglihatan Daniel pasal 12 ini, banyak hal yang membingungkan kita, misalnya: “sembunyikanlah segala firman itu dan materaikanlah firman itu sampai akhir zaman…”…orang yang berpakaian kain lenan…” dan sebagainya. Kita tidak harus memahami dan mengerti secara detail tentang semua penglihatan tersebut, namun kita dapat menangkap inti dari apa yang dimaksud oleh penglihatan tersebut. Pertama: Sebagai umat Tuhan, hiduplah bijaksana sampai akhir zaman. Hal ini berbicara tentang bahwa sebagai umat Tuhan di tengah banyaknya tantangan di akhir zaman ini, kita harus tetap berpegang pada kebenaran iman di dalam Tuhan, tidak mudah goyah dan tidak mudah tergoda oleh segala hal yang fasik (yang bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan) Ke dua: Pada akhir zaman akan terjadi suatu pengujian dan pemurnian. Melalui pengujian dan pemurnian itu akan tampak jelas orang yang benar-benar beriman kepada Tuhan dan orang-orang yang hidup dalam kefasikan (kejahatan) Sehingga yang fasik akan semakin tidak memahami kebenaran sedangkan yang beriman dengan benar kepada Tuhan akan semakin setia, taat, hidup benar dan menjadi berkat bagi sesama. Itulah hidup bijaksana sampai akhir zaman.

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Apakah berbagai peristiwa akhir zaman telah membingungkan saudara? Dalam keadaan demikian apa yang harus saudara lakukan!

Tekadku:
Saya bertekad, di tengah-tengah zaman akhir yang membingungkan ini, saya akan tetap berpegang pada kebenaran firman Tuhan sebagai kekuatan untuk menjalani hidup ini.

Tindakkanku:
Saya akan menjadikan firman Tuhan satu-satunya penuntun dan pedoman hidup agar saya tetap kuat dan tidak goyah imannya menghadapi tantangan di akhir zaman ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*