suplemenGKI.com

Iman: Pengharapan Kehidupan Di Dunia

Mazmur 16:1-6

Mazmur yang diungkapkan Daud dalam bagian ini menunjukkan suasana hati Daud yang menikmati sukacita dan kepuasan di dalam Tuhan sebab dia menaruh iman serta pengharapannya hanya kepada Tuhan.  Pemazmur telah merasakan berkat-berkat Tuhan dalam perjalanan hidupnya.  Pemazmur mengungkapkan kepada siapa dia menaruh iman dan pengharapannya dalam hidup keseharian.

Pertanyaan Penuntun:

  1. Bagaiaman pengakuan Daud tentang Tuhan dalam hidupnya? (ay.1-2, 5)
  2. Bagaimana tekad Daud untuk tetap menaruh iman dan pengharapannya kepada Tuhan? (ay.3-4)
  3. Kepada siapa kita menaruh iman dan pengharapan dalam menjalani kehidupan?

RENUNGAN

Dalam bagian ini Pemazmur mengungkapkan imannya terhadap Allah. Dia menyakini bahwa Allah yang dia percaya adalah Allah yang melindungi.  Oleh sebab itu dia hanya berlindung kepada-Nya (ay.1).  Bahkan Pemazmur berkata kepada TUHAN “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau” (ay.2).  Dan ayat 5 mengatakan “Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisan dan pialaku”.  Tuhan sangat berarti dalam kehidupan Daud.  Tentu hal yang tidak mudah dikatakan ketika dalam perjalanan iman pemazmur pasti tetap menghadapi realita kehidupan yang sering tidak bersahabat.  Namun justru di dalam realita kehidupan yang sering tidak bersahabat, Pemazmur menemukan kepuasan terhadap Allah (ay.2 dan 5).  Apa pun yang ia alami, ia tetap yakin bahwa Allah yang terbaik dan akan selalu menjadi yang terbaik.

Ketika menaruh iman dan pengharapan hanya kepada Tuhan maka Pemazmur memiliki tekad secara pribadi bahwa dia tidak akan mengikuti allah-allah lain, seperti yang dilakukan orang-orang di sekitarnya.  Tentu inipun tekad atau sikap hidup yang tidak mudah ketika melihat kenyataan orang-orang di sekitar yang menjalani hidup dengan mudah (berhasil, lancar, sehat) bersama allah-allah lain.  Sementara itu, hidup bersama Tuhan terkadang tidak mudah dijalani.  Inilah iman yang diperhadapkan pada realita kehidupan.  Namun, seperti Pemazmur, di dalam ketika kita menaruh iman dan pengharapan kepada Tuhan maka pengharapan itu tidak sia-sia.  Pemazmur sudah mengalami dan merasakannya.  Dan Allah yang diimani Daud adalah Allah yang sama yang kita imani hari ini.  Dia tidak pernah berubah.  Yang seharusnya kita lakukan adalah memperkuat iman dan pengharapan kita.  Pasti kita mengalami kepuasan dengan Allah, seperti pemazmur.

Iman membuat pemazmur puas dengan Allah.  Dan iman juga membuat dia puas dengan kehidupanya bersama Allah (ay.6).  Tentu ini tidak berarti bahwa iman membuat kita menjadi cepat puas sehingga tidak ada niat dan kerja keras untuk terus memperbaiki taraf hidup.  Namun kepuasan ini yang memampukan kita sebagai orang beriman untuk mensyukuri setiap yang kita miliki dan tidak iri hati terhadap apa yang dimiliki orang lain. Bagiamana iman dan pengharapan kita kepada-Nya.  Realita (kenyataan) kehidupan menguji iman dan pengharapan kita kepadaNya.  Dan iman dan pengharapan kita tidak sia-sia. Maka, teruslah beriman dan berpengharapan kepada-Nya.

Seorang yang beriman dan berpengharapan kepada-Nya akan merasa puas. Hatinya mampu  bersukacita dan bersyukur atas hidup yang dijalani.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«