suplemenGKI.com

Yeremia 31:33-34

PERJANJIAN YANG BARU

 

Pengantar
Biasanya jika dua pihak bersepakat dan membuat perjanjian maka kedua belah pihak sebisa mungkin akan menjaga dan menghormati perjanjian tersebut. Kedua belah pihak akan berusaha untuk tidak melanggar perjanjian yang telah disepakati. Namun bagaimana jika salah satu pihak tidak menghormati dan tidak menjaga dengan baik perjanjian yang telah dibuat? Pihak yang lain tentu akan merasa kecewa dan marah. Bahkan tidak akan lagi bersedia mengikatkan diri dalam perjanjian atau kesepakatan apapun dengan pihak yang melanggar perjanjian tersebut

Pemahaman

Ayat 33-34           Apa yang ditawarkan Allah kepada umat-Nya di pembuangan?

Allah berinisiatif untuk melakukan pembaharuan perjanjian. Inisiatif ini dilakukan karena Allah tidak menghendaki umat hidup dalam penderitaan. Allah  ingin umat-Nya hidup dalam damai sejahtera. Oleh karena itu Allah berinisiatif untuk memperbaharui perjanjian dengan umat-Nya. Namun perjanjian yang baru itu akan terjadi dengan pendekatan yang berbeda. Hal ini disampaikan Allah melalui Yeremia kepada umat-Nya di pembuangan (ayat 33-34).

Pendekatan baru itu adalah dengan melakukan pembaharuan hati umat-Nya. Allah mengetahui bahwa hati adalah sumber segala perbuatan dosa dan kenajisan (Mat.15:18-19). Jika hati tidak diperbaharui maka selamanya umat-Nya akan hidup dalam dosa. Allah hendak memperbaharui hati umat-Nya dengan menganugerahkan pengampunan. Melalui pengampunan ikatan umat dengan dosa akan terputus.

Perjanjian baru yang Allah sampaikan kepada umat-Nya di pembuangan telah dinyatakan melalui Anak-Nya Yesus Kristus. Kematian dan kebangkitan Kristus telah menjadi pembaharu yang menyucikan umat dari segala dosa dan kejahatan. Hati yang dipenuhi dosa telah diperbaharui menjadi hati yang bersih dan suci, sehingga Roh Kudus bersemayam di dalamnya.

Refleksi
Sudahkah kita mensyukuri kasih Allah yang begitu besar kepada kita? Sudahkah kita bersyukur untuk anugrah pengampunan dan keselamatan yang Allah kerjakan dalam Kristus Yesus? Sudahkah kita menjaga hati kita agar tidak lagi berada dalam dosa?

Tekadku
Ya Allah, mampukan aku untuk bersyukur atas kasih-Mu. Tolong aku untuk menjaga hati dan hidupku agar tidak tergoda melakukan yang tidak berkenan dihadapan-Mu

Tindakanku
Setia melakukan saat teduh. Setia beribadah dan bersekutu. Berusaha mengendalikan hati untuk tidak tergoda pada hal-hal yang jahat dan tidak berkenan dihadapan Allah

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«