suplemenGKI.com
Listen for His voice

Listen for His voice

Bilangan 21:5-9

Jawaban Allah

 

Perjalanan bangsa Israel menuju tanah Kanaan merupakan perjalanan yang tidak mudah.  Ada banyak ujian hidup yang musti dilewati bangsa Israel, yang menuntut kesetiaan kepada Allah. Salah satunya melalui kisah tentang ular tembaga.

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Apa jawaban Allah kepada bangsa Israel?  (ayat 6)
  2. Mengapa Allah memberikan jawaban yang seperti itu?  (ayat 5)
  3. Apa yang kemudian bangsa Israel katakan kepada Musa sebagai pengakuan? (ayat 7)
  4. Apa yang Musa lakukan di depan bangsa Israel?  (ayat 7)
  5. Apa jawaban Allah berikutnya?  Dan apa tujuannya?  (ayat 8)

 

RENUNGAN

Pertayaan membutuhkan jawaban, meskipun tidak untuk setiap pertanyaan selalu tersedia jawaban.  Artinya, manusia sebagai subyek yang bertanya belum tentu bersedia menerima jawaban yang memang menjadi jawaban dari pertanyaan yang diajukannya.  Alasannya bisa beragam tapi ujungnya cuman satu, manusia menolak jawaban karena hanya menginginkan yang baik untuk dirinya.  Bahkan manusia menjadi tidak konsekuen dengan apa yang ditanyakannya.

Bangsa Israel jelas menantang Allah dan Musa melalui pertanyaan.  Pertanyaan tersebut  mewakili ketidakpercayaan bangsa Israel akan pimpinan Allah.  Sekaligus menjadi pertanyaan yang menunjukkan betapa sukarnya bangsa Israel bertumbuh maju dalam Allah. Untuk sesaat bangsa Israel berhasil mengalami kemajuan ketika doa dan tekad mereka menumpas bangsa Arad dikabulkan Allah.  Namun perjalanan panjang dimulai dari, “gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom,” (ayat 4) membuat mereka letih dan membosankan.  Keadaan ini kembali membangkitkan keluh-kesah mereka, sehingga keluarlah tuduhan yang dialamatkan kepada Tuhan dan Musa, ”Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini?”

Tuduhan yang menentang Tuhan dan rencanaNya.  Tuhan tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan oleh umatNya, Israel, apalagi disertai dengan sikap meremehkan dan tidak menyembah-Nya.  Konsekuensi bagi semua orang yang menentang kehendak Allah adalah hukuman.  Kini ular berbisa dikirim Allah untuk menghukum mereka.  Penumpasan sampai binasa melambangkan murka Allah atas bangsa yang tak bermoral dan tidak tahu berterimakasih.  Allah adalah Allah atas sejarah, membenci dosa, dan tetap menyatakan kekudusan-Nya.  Allah tidak hanya menghukum.  Dosa akibat ketidaktaatan dan ketidakpercayaan bangsa Israel kepada Allah harus dibayar dengan harga mahal:  kematian dengan cara dipagut ular (ayat 6).  Jalan keluar dari dosa hanya satu yaitu bertobat, berbalik dari dosa, dan percaya kepada Allah.  Pertobatan mereka diterima Allah hanya ketika memandang ular tembaga, tanpa mengusir ular-ular lain, “mereka  akan tetap hidup.” (ayat 8).  Allah adalah pribadi yang berencana.  Dan Ia punya waktu dan cara yang unik untuk menyatakan rencananya itu.

Yang pasti rencana Allah mendatangkan kebaikan dan keselamatan bagi umatNya.  Tidak ada rencana Allah yang dimaksudkan untuk mendatangkan kecelakaan.  Namun seringkali manusia memahaminya secara keliru.  Kebaikan Allah diterjemahkan menurut cara dan waktunya manusia.  Wajar bila kemudian manusia kecewa sebab kebaikan Allah diukur menurut kebaikan dirinya sendiri.  Memahami kebaikan Allah menuntut kesediaan dan ketaatan diri pada firmanNya.  Tanpa ketaatan pada firmanNya, manusia akan gagal menyelami maksud dan rencana Allah yang mendatangkan keselamatan.

 

Ketaatan pada firmanNya menjadi jalan keselamatan bagi manusia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«