suplemenGKI.com

Selasa, 13 Juli 2010

12/07/2010

Mazmur 15

IBADAH YANG BERKENAN

Mazmur   ini merupakan bagian dari kumpulan nyanyian ibadah Israel.  Umat TUHAN biasa menyelenggarakan ibadah dalam bentuk nyanyian atau persembahan korban.  Jadi bagian ini dinyanyikan saat umat menyembah dalam ibadah kepada TUHAN.  Isi Mazmur ini berbicara tentang hidup yang diinginkan TUHAN.  Bahwa setiap orang percaya harus berusaha menjalankan segala ketetapan TUHAN dalam hidupnya sebagai ibadah yang berkenan.

  • Siapakah yang menulis Mazmur ini?  Ay. 1a
  • Keinginan apa  yang diungkapkan pemazmur kepada TUHAN di awal pujiannya?  Ay. 1b
  • Pribadi TUHAN  seperti apakah yang dipahami pemazmur?  Ay. 1c

RENUNGAN

Hidup yang kita jalani ini merupakan ibadah.  Pertanyaan yang ada dalam perikop ini   bersifat retoris atau tidak membtuhkan jawaban,  sebab siapakah yang dapat merasa layak boleh menumpang dalam kemah Allah dan diam di gunung-Nya yang kudus?  Siapa yang dapat mempunyai kualitas kehidupan sesuai dengan standar yang dipaparkan oleh pemazmur (ay. 2-5)?   Jawabannya adalah tidak seorang pun, kecuali Yesus Kristus dan mereka yang sudah dibenarkan di dalam Dia;  dan mau secara terus menerus mempraktikkan hidup yang berfokus pada Allah.   Jika demikian apakah sekarang orang-orang Kristen bebas untuk menjalani hidup sesuai dengan keinginannya sendiri?  Tidak!  Orang-orang Kristen harus senantiasa berusaha untuk mempunyai gaya hidup seperti yang dipaparkan pemazmur (ay. 2-5), sebab bagaimana mungkin di satu sisi kita bersaksi dan yakin bahwa kita mempunyai persekutuan yang indah dan dekat dengan Allah;   sedangkan di sisi lain kita masih melakukan hal-hal yang dibenci oleh-Nya?  Karena itu kualitas kehidupan yang dipaparkan oleh pemazmur harus menjadi bahan evaluasi bagi kehidupan kita.

PERTAMA, orang-orang Kristen harus berusaha keras untuk mempunyai kualitas moral yang tidak bercela dalam kehidupan pernikahan, keluarga, sosial, maupun pribadinya (ay. 2).  Di tengah-tengah masyarakat dimana moralitas sudah dikalahkan dengan kepentingan dan keuntungan pribadi, tekad kita sebagai orang-orang Kristen tidaklah mudah.  Sebab ada banyak keadaan yang cenderung tidak setuju dengan sikap kita.  Di sisi yang lain, kita musti bergumul dengan natur kemanusiaan kita yang lemah.  KEDUA,  orang-orang Kristen  juga terpanggil untuk  menegakkan keadilan dan tidak mengambil untung dari pihak yang lemah (ay. 2, 3, 5).  Orang-orang Kristen  harus memberikan keadilan bukan mencari keadilan.  Seringkali prinsip keadilan ini berbenturan dengan prinsip ekonomi yang sudah terlanjur diyakini benar dalam praktik,  yaitu mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dengan usaha sekecil-kecilnya. Namun bagaimana pun   panggilan kita sebagai orang percaya harus tetap menegakkan keadilan, walaupun konsekuensinya berat.  KETIGA, selaku orang-orang percaya, kita  harus jujur dalam perkataan tanpa syarat dan menggunakan mulut bibirnya untuk membangun orang lain, bukan untuk menjatuhkannya.  Jadi ibadah bukan sekadar menjalankan ritual keagamaan tetapi juga praktik hidup percaya itu sendiri di tengah realita yang ada.

Kualitas rohani kita haruslah mendasari kualitas perbuatan yang dinyatakan di tengah masyarakat

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»