suplemenGKI.com

KESEMPATAN KEDUA

Kejadian 9:11-17

 

PENGANTAR
Ada dua kata yang dipakai untuk menyatakan  waktu, yaitu: satu, Kronos adalah waktu yang selalu ada atau siklus waktu.  Kata Yunani Kronos dipakai berhubungan dengan jam, hari, minggu, bulan dan tahun, dll yang menunjukkan urutan waktu.  Dua: Kairos berbicara tentang peristiwa yang terjadi dalam urutan waktu.  Jika waktu itu sudah lewat, maka tidak akan bisa kembali atau terulang lagi.  Berarti Kairos berbicara tentang kesempatan yang masih ada dalam perjalanan hidup.  Melalui perikop ini, bagaimana Dia menyatakan kairos-Nya bagi umat yang sudah hidup jauh dari kehendak-Nya?  Mari kita belajar bersama!

PEMAHAMAN

  • Ayat 11: Apa janji Allah berkaitan dengan kesempatan yang Dia berikan?
  • Ayat 12: Apa tanda perjanjian-Nya berkaitan dengan kesempatan yang Dia berikan?
  • Apa yang saudara pahami tentang kesempatan kedua yang Tuhan berikan?  Apakah saudara memiliki kesempatan kedua itu?

Dalam rangka memperbaharui bumi, maka Allah memilih Nuh dan keluarganya untuk diselamatkan.  Siapa Nuh?  Mengapa Allah memakai Nuh?  Kejadian 6:9 mencatat kehidupan Nuh yang hidup di tengah-tengah zaman di mana manusia mementingkan keinginannya sendiri tanpa mempedulikan perintah Allah.  Nuh adalah “seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah”.  Melalui Nuh dan keluarganya yang telah menunjukkan sikap hidup sesuai kehendak-Nya, akhirnya Allah yang berbelas kasih itu tidak melanjutkan murka-Nya atas seluruh ciptaan.

Allah memanggil segala makhluk hidup untuk mengadakan perjanjian dengan Dia dalam alam ciptaan yang akan dipulihkan-Nya.  Isi perjanjian Allah bahwa Dia selama-lamanya tidak akan mendatangkan lagi air bah di bumi (ay.11).  Allah memberikan janji-Nya melalui tanda alam, yaitu dengan pelangi “busur” (ay.12) yang Dia taruh di awan sebagai pertanda bahwa Allah akan terus memelihara bumi dan isinya.  Tanda “busur” itu mengandung pengertian seakan-akan Allah meletakkan senjata-Nya seraya mengumumkan damai.  Pelangi melambangkan kasih pemeliharaan Sang Pencipta yang melingkupi (melengkung) di atas segala ciptaan.

Kesempatan kedua yang diberikan Allah kepada Nuh dan keluarganya juga berarti Dia masih memberi kesempatan kepada mereka untuk menyatakan kemuliaan-Nya kepada sesama dan alam ciptaan-Nya.  Kesempatan dari Allah itu seharusnya menjadi cambuk bagi kita.  Betapa tidak, Allah yang telah manusia kecewakan, malah melimpahkan semarak berkat-Nya.  Allah tidak hanya memberi kesempatan, tetapi hari ini juga menitipkan ciptaan baru-Nya kepada kita. Sungguh suatu penghormatan yang luar biasa!

REFLEKSI
Renungkanlah: Allah masih saja memberi kesempatan kedua bagi kita agar menyatakan kemuliaan-Nya kepada sesama dan alam ciptaan-Nya.  Bagaimana kita menggunakan kesempatan kedua anugerah-Nya?  Mari waspada agar kairos-Nya tidak berlalu sia-sia!

TEKADKU
Tuhan tolonglah agar saya mampu mengisi kesempatan yang Engkau berikan, hidup bukan untuk ‘memperkaya’ diri sendiri tetapi mau berbagi dengan hati tulus bagi sesama.

TINDAKANKU
Aku mau mengunjungi yang lemah (membutuhkan) dan sakit; aku mau berbagi berkat agar mereka juga merasakan kesempatan dikasihi dan dipelihara Tuhan melalui hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«