suplemenGKI.com
Kebesaran Tuhan

Kebesaran Tuhan

2 Samuel 7:18-29

 “S’bab Kau Besar”

 Kemarin kita merenungkan bagaimana niat baik raja Daud itu ternyata tidak berkenan di hadapan Allah. hari ini kita akan belajar bagaimana Daud menyikapi semuanya itu. Perenungan ini penting bagi kita karena sama seperti Daud, kita juga dapat mengalami hal yang sama.

 - Apakah menurut Saudara Allah itu maha besar? Mengapa Saudara berpendapat demikian? Adakah bukti dalam pengalaman hidup Saudara?

- Bagaimana Daud melihat kemahabesaran Allah, setelah keinginan hatinya yang baik itu tidak dikabulkan oleh Tuhan? Apa saja yang membuat Daud mengakui kebesaran Tuhan itu?

- Bagaimanakah sikap orang Kristen kebanyakan, ketika keinginan hatinya tidak dikabulkan Tuhan? Bagaimana dengan sikap Saudara sendiri?

 Renungan

Apa yang dilakukan raja Daud setelah niat baik hatinya ditolak Tuhan adalah suatu hal yang sangat luar biasa. Betapa tidak, niat baik tersebut tentulah keluar dari hati yang tulus, karena motivasinya adalah mengucap syukur. Daud merasa dirinya begitu diberkati Tuhan secara luar biasa, jasmani, emosi maupun rohani, dan itu sebabnya muncul keinginan untuk membangun Bait Allah. Niat baik itu juga telah dikonsultasikan kepada nabi Natan. Tapi toh Tuhan tidak berkenan. Berapa banyak orang yang merasa kalau apa yang dilakukan dipandangnya baik dan berangkat dari niat baik, maka hal itu harus dilakukan. Begitu tidak diterima, maka orang tersebut menjadi tersinggung, marah, kemudian meninggalkan gereja. Simak saja kisah tentang seorang donatur yang ingin mempersembahkan lima unit AC kepada sebuah gereja di sebuah kecamatan. Dia mempersembahkan itu dengan niat baik, sebagai wujud syukur karena merasa diberkati Tuhan sehingga usaha yang dirintisnya bisa berkembang. Harapannya dengan AC tersebut ruang ibadah terasa lebih nyaman. Bukan hanya itu, dengan adanya AC, maka gereja tersebut akan menjadi gereja pertama dan satu-satunya gereja ber-AC di kecamatan tersebut. Pasti keadaan ini menjadikan “popularitas” gereja tersebut meningkat. Dan satu hal lagi, orang tersebut tidak bersedia namanya disebut. Jadi jelas kalau dia tidak sedang mencari popularitas. Akan tetapi Majelis Jemaat gereja tersebut menolak keinginan dan “niat baik” orang tersebut, kecuali kalau persembahan itu dalam bentuk uang. Orang tersebut menjadi kecewa, marah, dan akhirnya menyebar fitnah bahwa Majelis Jemaat Gereja tersebut berjiwa koruptor. Dia tidak mau peduli pergumulan yang dihadapi gereja itu, bahwa kalau ada lima unit AC, berarti mereka harus menambah daya listrik yang ada. Itu juga berarti membengkaknya tagihan listrik, sedangkan keuangan Gereja pas-pasan. Dan satu hal lagi, sebenarnya untuk daerah tersebut masih belum terlalu butuh AC. Ada kebutuhan lain yang dirasa lebih perlu oleh Majelis Jemaat. Donatur tersebut tidak berpikiran secara utuh.

Kadang kita juga bersikap seperti donatur itu. Ketika keinginan kita, apalagi kalau itu adalah niat baik, tidak dikabulkan Tuhan, maka kita menjadi kecewa dan marah. Tapi tidak demikian dengan Daud. Ia memberikan teladan yang baik. Pada waktu niat baiknya ditolak Tuhan, Daud menyadari bahwa keterbatasannya sebagai manusia membuat dia tidak dapat berpikir secara utuh tentang rencana Allah. itu sebabnya Daud lebih memilih untuk merespon penolakan Tuhan itu dengan sujud di hadapan Tuhan, sambil mengakui kedaulatan Tuhan serta kemahabajikan dan kemahabijakan Tuhan di dalam merencanakan segala sesuatu. Kebesaran-NYA itu sudah terbukti di masa lalu, dan pasti tetap akan begitu sampai selamanya.

 =====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*