suplemenGKI.com

Panggilan Tuhan Tidak Pernah Salah

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab

  1. Ayat 10-12: Siapakah Ananias yang Anda ketahui dari bacaan hari ini? Apa yang Tuhan perintahkan kepadanya?
  2. Ayat 13-14: Apakah Ananias mengenal Saulus?  Apa yang Ananias ketahui tentang Saulus?
  3. Jika Anda memposisikan diri sebagai Ananias, kira-kira apa maksud Ananias menjawab perintah Tuhan dengan cara demikian (menyebutkan tentang siapa Saulus) ?
  4. Ayat 15-16:  Perbedaan apa yang sangat menonjol antara apa yang dipikirkan Ananias dengan apa yang direncanakan Tuhan?
  5. Apa yang bisa Anda teladani dari Ananias lewat bacaan hari ini?

Renungan

Dalam bacaan hari ini kita melihat bagaimana Tuhan sangat rapi dalam setiap perencanaanNya.  Tuhan datang kepada Ananias dan mempersiapkan Ananias tepat pada saat Saulus sedang berdoa.  Tuhan mempersiapkan dua orang sekaligus untuk menjadi mitra Tuhan bagi pekerjaan pemberitaan Injil yang lebih besar lagi setelah peristiwa tersebut.

Tuhan meminta Ananias datang kepada Saulus dan membuat Saulus kembali melihat. Tetapi perintah ini sangat mengejutkan Ananias, sekaligus juga menakutkan.  Siapa yang tidak tahu kejahatan Saulus, apalagi dia datang dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala.  Mungkin bagi Ananias, Tuhan sepertinya keliru dan perintahNya tidak masuk akal.  Tetapi lain pikiran Ananias, lain pula pikiran Tuhan.  Tuhan meyakinkan Ananias bahwa Ia telah memilih Saulus menjadi alat Tuhan untuk memberitakan InjilNya.  Ananias tidak berdebat lagi dengan Tuhan.  Jika Saulus datang dengan kuasa penuh dari imam kepala untuk membunuh orang-orang Kristen, maka Ananias berangkat dengan kuasa penuh dari Tuhan untuk menyembuhkan Saulus yang sudah menjadi lemah.

Hari ini sekali lagi kita melihat bahwa Tuhan tidak pernah salah dalam memanggil hamba-hambaNya.  Bersyukur karena Ananias taat melakukan perintah Tuhan.  Karena itu sayang sekali jika kita tidak seperti Ananias karena kita menolak untuk melayani orang-orang tertentu yang menurut kita ‘tidak layak’ atau tidak sepatutnya dilayani.  Entah karena kita melihat mereka terlalu jahat bagi kita, terlalu miskin, terlalu kotor, terlalu pelik masalah hidupnya sehingga tidak ada kemungkinan untuk ditolong, tidak ada kemungkinan untuk bertobat, dll.  Siapa tahu melalui mereka Tuhan justru menyatakan InjilNya dengan lebih hebat sama seperti yang Ia lakukan pada Saulus.  Tentu kita akan menyesal tidak mau mengambil bagian dalam rencana besar Allah karena pikiran kita yang terlalu sempit dan membatasi cara kerja Allah.

“Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilanNya” – Rm.11:29

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*