suplemenGKI.com

Bacaan : Kejadian 50 : 17c – 21

Thema : Melepaskan Pengampunan

PENGANTAR
Kalau kita menyimak cerita Yusuf dan saudara-saudaranya, terutama tentang kejahatan saudara-saudara Yusuf kepadanya (pasal 37). Seharusnya Yusuf dapat membalas dendam kepada saudara-saudaranya. Namun kita dapat melihat sendiri bahwa Yusuf ternyata tidak mendendam terhadap saudara-saudaranya. Yusuf melihat bagaimana perasaan saudara-saudaranya ketika ayah mereka meninggal dunia. Mereka seolah-olah dikejar-kejar kesalahan sehingga mereka ketakutan terhadap Yusuf. Renungan hari ini akan mengajak kita untuk memiliki jiwa mengampuni.

  1. Bagaimana perasaan Yusuf  ketika melihat penyesalan saudara-saudaranya ? (ayat 17c).
  2. Apa yang dikatakan Yusuf kepada saudara-saudaranya sebagai bukti bahwa ia telah melepas pengampunan ? (ayat 19-20)
  3. Apa janji dan tindakan Yusuf kepada saudara-saudaranya sebagai bukti pengampunannya ? (ayat 21).

Satu hal yang sangat luar biasa dalam diri Yusuf adalah bahwa ia sama sekali tidak menaruh rasa dendam sedikitpun kepada saudara-saudaranya. Padahal Yusuf pernah mengalami penderitaan yang sangat pahit akibat ulah saudara-saudaranya. Yusuf tidak lupa akan masa lalunya yang pahit, karena ia tidak amnesia. Tetapi Yusuf sengaja telah melupakan segala kesalahan saudara-saudaranya. Apa artinya ? Artinya Yusuf tidak membiarkan kepahitan masa lalunya mempengaruhi hidupnya. Itu berarti Yusuf mengampuni saudara-saudaranya. Sehingga ketika saudara-saudaranya menyampaikan pesan Ayahnya dan datang dengan bersujud, hati Yusuf sedih dan menangis. Yusufpun berkata kepada saudara-saudaranya, “janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah ? memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku,tetapi Allah telah mereka-rekakan untuk kebaikan”.  Itu membuktikan bahwa Yusuf telah melepaskan pengampunan kepada saudara-saudaranya. Bahkan Yusuf mengambil tindakan yang lebih berani dan bijaksana dengan menjamin mereka dengan menanggung makanan (hidup) untuk saudara-saudaranya dan anak-anak mereka.

Seringkali ketika kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita, kita mengatakan, “ya saya dapat mengampunimu, tetapi saya tidak dapat melupakan perbuatanmu yang menyakitkan itu”. Dengan berkata seperti itu berarti kita belum mengampuni dengan sepenuh hati. karena melepaskan pengampunan berarti kita juga telah melupakan segala perasaan yang menyakitkan hati kita. Sanggupkah saudara mengampuni dengan sepenuh hati ?

REFLEKSI
Mari kita merenungkan ! ketika saudara mengampuni orang yang bersalah kepada saudara, apakah saudara masih ada perasaan sakit hati ?

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah saya untuk dapat mengampuni orang yang bersalah kepada saya dengan segenap hati.

TINDAKANKU
Mulai hari ini saya akan akan belajar mengampuni dengan segenap hati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*