suplemenGKI.com

ALASAN UNTUK BERSUKACITA

Mazmur 98:1-3

 

Pengantar
Ada sebuah tulisan humor tentang jenis orang Kristen, yang tertulis: “Ada tiga jenis orang Kristen: 1) Yang suka bersukacita, 2) Yang tidak suka bersukacita, 3) Yang suka tidak suka tetap bersukacita.” Bagaimana keadaan kita saat ini? Ada banyak alasan untuk kita bisa bersukacita, seperti jabatan/posisi kerja yang baik, memiliki banyak uang, tiket liburan ke luar negeri dan sebagainya. Namun alasan untuk bersukacita ini hanyalah bersifat sementara, lalu alasan apa yang bisa selalu membuat kita untuk selalu bersukacita senantiasa? Mari kita renungkan!

Pemahaman

  • Ayat 1     : Mengapa pemazmur mengajak umat untuk menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan?
  • Ayat 1-3 : Apakah alasan pemazmur untuk bersukacita? Apakah wujud dari kasih setia Tuhan yang membuat pemazmur bersukacita?

Karena pemazmur memiliki alasan yang kuat kenapa ia bersukacita, dan oleh sebab itu ia ingin sukacita itu juga dirasakan oleh semua umat-Nya. Alasan yang kuat bagi pemazmur untuk bersukacita adalah karena ia mengingat perbuatan-perbuatan yang ajaib yang telah dilakukan oleh Tuhan. Tuhan telah menunjukkan kasih setia-Nya dengan menyelamatkan orang-orang yang sangat dikasihi-Nya. Tangan kanan dan lengan-Nya yang kudus melambangkan tindakan pribadi Allah kepada umat-Nya. Perbuatan-perbuatan ajaib Allah yang telah menyelamatkan dan membebaskan bangsa Israel di hadapan bangsa-bangsa. Sehingga nama Tuhan dipermuliakan.

Perbuatan ajaib yang telah Allah kerjakan untuk menyelamatkan umat-Nya keluar dari tanah perbudakan ini membuat pemazmur merasa bersukacita. Ia juga merasakan wujud dari kasih Tuhan secara pribadi dalam hidupnya. Umat Allah juga pasti akan selalu menemukan sukacita yang baru bila mereka merenungkan dan merasakan karya keselamatan yang telah Tuhan anugerahkan bagi setiap orang yang mau percaya kepada-Nya. Wujud kasih setia Tuhan kepada umat-Nya juga akan selalu baru setiap pagi, dan rahmatnya juga tidak akan pernah habis. Inilah alasan terbesar bagi kita untuk selalu bisa bersukacita dan memuliakan nama Tuhan. 

Refleksi
Renungkanlah: Sudahkah kita merasakan wujud kasih setia Tuhan kepada kita itu setiap hari? Tidakkah itu semua bisa membuat kita bisa selalu bersukacita dan memuliakan nama-Nya?

Tekadku
Ya Tuhan, mampukanlah saya untuk bisa selalu merasakan kasih setia dan penyertaan-Mu sehingga saya bisa selalu bersyukur dan bersukacita dalam segala keadaan.

Tindakanku
Saya akan mengingat-ingat bahkan mencatat semua karya kasih setia Tuhan yang telah saya alami, sehingga tidak ada alasan untuk saya tidak bersukacita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«