suplemenGKI.com

PERJANJIAN YANG MENEGUHKAN

Kejadian 15:7-11, 17-18

 

Pengantar
Kemarin kita telah belajar dan merenungkan bersama bagaimana respon Allah terhadap pergumulan Abram yang tak memiliki keturunan. Allah berjanji bahwa Abram akan memperoleh anak laki-laki dari istrinya. Allah juga mengingatkan Abram bahwa Ia telah menuntunnya keluar dari Ur-Kasdim dan memberikan tanah perjanjian Kanaan, menjadi miliknya. Abram pun percaya pada janji Allah kepadanya. Bagian yang kita renungkan hari ini menceritakan bagaimana Allah mengokohkan dan  meneguhkan perjanjian-Nya dengan Abram.

Pemahaman

  • Ayat 8-11       : Perintah apakah yang diberikan oleh Tuhan kepada Abram ? Bagaimana respon Abram terhadap perintah Allah
  • Ayat 17-18    : Kapankah waktu Tuhan mengadakan perjanjian dengan Abram? Apa yang Allah katakan kepada Abram?

Ketika Abram percaya, ia bertanya kepada Tuhan dari mana ia tahu bahwa akan memiliki semua yang dijanjikan oleh-Nya (ayat 8). Abram bertanya bukan berarti ia kembali meragukan janji Allah, melainkan ia menginginkan sebuah tanda yang akan mengokohkan dan meneguhkan imannya. Allah pun menjawabnya dengan memerintahkan Abram untuk mempersembahkan korban berupa seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati (ayat 10). Sebab pada umur itulah hewan-hewan tersebut sedang berada pada puncak pertumbuhan dan kekuatannya. Oleh karena itulah, Allah menginginkan Abram memberikan persembahan yang terbaik untuk Tuhan. Kemudian hewan-hewan persembahan itu dipotong menjadi dua bagian, kecuali burung-burung (ayat 10). Memotong hewan persembahan menjadi dua bagian menggambarkan upacara kuno dalam membuat perjanjian. Orang yang membuat kesepakatan berjalan diantara kedua potongan sebagai ungkapan kesetiaan kepada perjanjian.

Setelah Abram mempersiapkan persembahan secara tepat seperti yang ditetapkan oleh Allah, maka ia menanti tanda yang akan ditetapkan baginya. Abram mengusir burung-burung buas yang hinggap pada daging binatang-binatang itu (ayat 11). Hal ini membuktikan betapa Abram menjaga agar persembahan tersebut menjadi korban yang berkenan bagi Allah serta membuktikan kesetiaan akan penantian janji yang ditetapkan baginya. Ketika matahari terbenam dan hari menjadi gelap, terlihatlah perapian yang berasap serta suluh berapi di antara potongan daging itu (ayat 17). Bahkan janji bahwa Allah akan memberikan tanah perjanjian juga diulangi kembali (ayat 18). Hal ini menunjukkan bahwa janji Allah kepada Abram bukan main-main.  Allah mengokohkan perjanjian-Nya kepada Abram.

Refleksi
Ada kalanya kita diajar untuk menanti jawaban Tuhan atas setiap pergumulan. Bagaimanakah sikap yang saudara ambil dalam menanti jawaban Tuhan? Bertekun dalam iman-kah, mencari solusi dengan pikiran sendiri,  atau justru lebih banyak berpaling dari Tuhan?

Tekadku
Tuhan, ampuni bila selama ini aku terlalu mengeluh atas situasi yang tak mengenakkan dalam hidupku. Ajarlah aku untuk tetap setia dan percaya penuh kepada-Mu dalam segala perkara.

Tindakanku
Aku mau belajar untuk tetap teguh dan tidak berpaling dari Tuhan dalam setiap pergumulanku. Sebab aku percaya, dalam segala keadaan aku tetap milik Tuhanku yang setia terlebih dahulu kepadaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«