suplemenGKI.com

Selasa, 12 Juni 2018

11/06/2018

Bacaan : Yehezkiel 17 : 22 – 24

Tema : Tuhan memberi pengharapan dan kekuatan

PENGANTAR
Kehidupan seseorang  biasanya dipengaruhi oleh apa yang menjadi pusat kehidupannya. Hal ini tepat seperti yang dikatakan Tuhan Yesus dalam Matius 6 : 21, “Karena dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada”. Jika harta menjadi pusat maka hal itu akan menjadi pusat tindakan, perasaan dan pikiran. Dan apa yang menjadi pusat tersebut menjadi pengganti Allah sehingga Allah tersingkir dari kehidupan dan diganti dengan harta. Bangsa Israel saat itu tidak memusatkan iman pengharapannya kepada Tuhan Allah sehingga berakhir pada pembuangan umat ke Babel.  Namun demikian Tuhan Allah masih memberi kesempatan kepada umat Israel agar mereka berbenah dalam penderitaan. Agar mereka mendapatkan anugerah Allah.

PEMAHAMAN

  1. Pesan apa yang disampaikan Tuhan kepada umat-Nya  di pembuangan ? ( ayat 22 )
  2. Gambaran apa yang dapat anda petik dari kalimat, “di atas gunung Israel yang tinggi  akan Kutanam dia, agar ia bercabang-cabang dan berbuah dan menjadi pohon aras yang hebat ; segala macam burung……mereka bernaung dibawah cabang-cabangnya”  ? ( ayat 23 ).
  3. Bagaimana seharusnya umat hidup dalam pengharapan kepada Tuhan ? ( ayat 24 )

Yehezkiel 17 ini merupakan nubuatan Tuhan mengenai penghukuman Tuhan kepada kerajaan Yehuda. Mereka hidup dalam pembuangan di Babel. Tetapi, mengapa mereka dibuang ? karena mereka tidak mengandalkan Tuhan. Ditengah-tengah ancaman mereka mengandalkan orang lain (Kerajaan dunia ). Untuk itu dalam pembuangan di Babel, Tuhan meminta agar umat mengandalkan-Nya dan berpusat kepada-Nya. Tuhan ingin mengembalikan keadaan umat-Nya. Lalu bagaimana caranya ?

Pertama : Nabi memberitahukan bahwa Tuhan adalah pusat keselamatan. Tuhan akan mengambil carang dari puncak pohon aras yang tinggi dan dan akan menanam di atas sebuah gunung yang menjulang tinggi ke atas ( 22 ). Ini merupakan kebalikan dari hukuman menjadi tindakan penyelamatan yang dilakukan oleh Tuhan Allah sendiri, melalui Mesias anak Daud. Kedua : Tuhan sendiri menjadi pusat perlindungan ( ayat 23 ). Gambaran dari ayat ini adalah bahwa bangsa yang dibuang akan mendapat keselamatan dan mendapat perlindungan dari Allah sendiri. Ketiga : bahwa umat harus memiliki pengharapan kepada Allah dengan cara memiliki kerendahan hati. ( 24 ). Kalimat merendahkan pohon yang tinggi dan meninggikan pohon yang rendah. Ini berarti apa yang tidak mungkin bagi manusia menjadi mungkin bagi Allah. Segala perkara yang dilakukan Allah dapat dimengerti dengan kerendahan hati.

Oleh sebab itu, janganlah kita salah berharap. Hanya Tuhan Allah yang dapat memberikan pengharapan dan kekuatan ditengah-tengah kesulitan yang kita hadapi. Bagaimana dengan anda ?

REFLEKSI
Renungkanlah :  Siapakah yang menjadi pusat pengharapan anda di tengah-tengah kehidupan yang penuh dengan tantangan ini ?

TEKADKU
Ya Tuhan, ampunilah saya ketika saya salah berharap, ajarlah saya agar hanya berharap kepada-Mu saja.

TINDAKANKU
Mulai hari ini saya akan menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan dan pengharapan saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»