suplemenGKI.com

Selasa, 12 Juli 2016

11/07/2016

Amsal 8:1-12 (lanjutan)

ANDA JUGA BUTUH HIKMAT

PENGANTAR
Selama hidup di dunia ini, ada banyak kebutuhan jasmani yang harus kita penuhi. Karena itulah kita bekerja keras untuk mendapatkan semua itu. Namun, dorongan yang besar untuk memenuhi berbagai kebutuhan jasmani itu juga dapat menjadi bumerang yang merugikan diri kita sendiri. Misalnya, kita bisa tergoda untuk menghalalkan segala cara untuk mendapatkan semua yang kita butuhkan dan inginkan. Juga, kita bisa menghabiskan seluruh waktu dan tenaga kita sehingga kita justru kehilangan kesempatan untuk menggunakan semua yang kita dapatkan itu dengan baik. Kerja keras saja tidak cukup. Untuk mengelola kehidupan dengan baik, kita membutuhkan hikmat.

PEMAHAMAN
Ay. 6-9        Karakter hikmat nampak dari isi dan kualitas perkataan-perkataan yang dikeluarkannya. Isi dan kualitas seperti apa sajakah itu?

Ay. 10-12   Dengan apakah hikmat dibandingkan? Menurut Anda, pesan apa yang hendak disampaikan melalui pembandingan ini?

Isi dan kualitas perkataan disampaikan oleh hikmat meliputi perkara-perkara yang dalam (atau, mulia), perkara-perkara yang tepat (atau, obyektif), kebenaran (atau, dapat dipercaya/ diandalkan), dan adil (atau, tulus dan benar secara moral). Semua kualitas itu sangat kita butuhkan untuk melawan kecenderungan manusiawi kita yang sering kali lebih mengutamakan penampilan luar, bersikap subyektif dan memihak, berbohong dan bersikap curang. Hikmat memampukan kita meninggalkan semua hal yang buruk tersebut. Karena itu, penulis Amsal menegaskan bahwa hikmat lebih berharga daripada perak, emas, permata, atau apapun yang diinginkan orang. Melalui pembandingan ini, kita diajak mencari hikmat lebih dari semua benda yang berharga tersebut.

Ajakan penulis Amsal agar kita mengutamakan hikmat memang tidak mudah dilakukan. Daripada mencari hikmat, kita lebih banyak menghabiskan hidup kita untuk mencari barang-barang bernilai jasmani tinggi (barang-barang yang mahal harganya, yang kasat mata, dan yang langsung dapat dinikmati). Memang, selama masih hidup di dunia ini, kita harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan jasmani kita. Namun, kita harus mendapatkan semua itu dengan cara yang benar. Karena itu, kita membutuhkan hikmat. Bahkan, untuk menggunakan berkat-berkat Tuhan dengan benar pun kita membutuhkan hikmat.

REFLEKSI
Apakah Anda sudah memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup Anda dengan cara yang benar? Apakah Anda telah menggunakan semua berkat Tuhan dengan cara yang benar? Sejauh manakah Anda menggunakan hikmat untuk memandu hidup Anda?

TEKADKU
Tuhan, tunjukanlah kepadaku, apakah cara-cara yang selama ini aku gunakan untuk mendapatkan kebutuhan hidupku selama ini sudah tepat? Tuntunlah aku agar dapat menggunakan semua berkat-Mu dengan cara yang berkenan di hadapan-Mu.

TINDAKANKU
Aku akan bertanya kepada istriku/suamiku (atau kepada orang terdekat lainnya) apakah cara-cara yang selama ini aku gunakan untuk mendapatkan kebutuhan hidupku selama ini sudah tepat. Demikian juga, aku akan bertanya kepadanya apakah caraku menggunakan berkat-berkat Tuhan sudah tepat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»