suplemenGKI.com

“Pengakuan Iman yang Berpadanan dengan Hidup Sesehari”

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab

  1. Ayat 6: Dari bacaan hari ini, apa yang Anda temukan tentang keistimewaan Allah kita?
  2. Ayat 7: Pertanyaan dan tantangan apa yang Allah ajukan kepada pihak-pihak yang meragukan kebenaran tentang diriNya?
  3. Ayat 8 : Pengakuan tentang kedahsyatan dan keesaan Tuhan akan percuma bila hanya berujung pada sebuah pengakuan semata.  Ayat 8 memberikan tuntunan kepada kita relevansi dari pengakuan iman kita tersebut.  Berdasarkan tuntunan ayat 8, apakah yang harus terjadi dalam diri setiap orang yang mengaku bahwa ‘Allah adalah satu-satunya Allah, yang terdahulu dan yang terkemudian’?
  4. Apakah dua hal tersebut diatas (ayat 8) sudah ada dalam diri Anda sebagai wujud praktik hidup beriman yang Anda jalani?

Renungan

Allah menyaksikan sendiri kepada kita sejak zaman dahulu kala bahwa Ia adalah Allah yang terdahulu dan yang terkemudian, yang kemudian dalam Perjanjian Baru (Kitab Wahyu) kita kenal dengan Alfa dan Omega.  Allah yang ada dengan sendirinya, tanpa diciptakan dan akan terus ada hingga selamanya. Dari kekal kepada kekekalan. Allah yang satu-satunya.

Kebenaran tentang Allah kita yang demikian memang bukan hal yang baru bagi kita. Tetapi melalui perenungan kita hari ini, Allah mengingatkan kita bahwa apa pun yang menjadi pengakuan iman kita tidak boleh hanya berakhir sekedar pada pengetahuan atau hanya teori saja, melainkan pengakuan kita harus menimbulkan dampak dalam kehidupan kita sesehari (mempunyai relevansi atau kait mengait dalam praktik hidup beriman).

Yesaya mengingatkan kita, bahwa jika kita memang mengaku bahwa Allah kita adalah Allah yang Kekal, Allah yang berkuasa, dan tidak ada Allah lain seperti Dia, maka sedikitnya itu akan Nampak dalam kehidupan kita yang :

  1. Ayat 8a : Tidak gentar dan takut dalam menghadapi persoalan apa pun.  Bukan berarti kita tidak boleh mempunyai rasa takut dan gentar, melainkan kita tidak membiarkan ketakutan itu menguasai kita sedemikian rupa sehingga membuat kita hidup seperti orang yang tidak mempunyai Allah.  Allah kita lebih besar dari segala sesuatu yang menakutkan kita, karena itu pengakuan iman bahwa Allah kita berkuasa akan membuat kita hidup dalam penyerahan diri dan kebergantungan terhadap Allah.
  2. Ayat 8b : Selalu berusaha untuk menampilkan diri sebagai saksi-saksi Allah. Setiap kesempatan untuk menyaksikan kebesaran Allah akan kita gunakan dengan sebaik mungkin.  Kuasa dan kebesaran Allah akan selalu nampak dalam sagala urusan keseharian kita, sehingga ini membuat kita tidak bisa berkata tidak ada kesempatan untuk menjadi saksi Allah. Melainkan setiap waktu, setiap urusan, setiap hal, dapat menjadi kesempatan bagi kita untuk menunjukkan bahwa kita punya Allah yang hebat.

Setiap orang yang sudah mengalami kuasa dan kebesaran Allah tidak akan tahan hidup hanya berdiam diri, tanpa melakukan sesuatu bagi Allahnya

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*