suplemenGKI.com

Kisah Para Rasul 22:2-16

BERSAKSILAH BAGI KEMULIAAN NAMA-NYA

 

Pengantar
Percaya atau tidak apabila hampir semua orang Kristen selalu enggan menyampaikan kesaksian imannya kepada orang lain. Tentu setiap orang memiliki alasannya masing-masing. Ada yang karena memang pemalu, ada yang memang tidak tertarik, namun ada juga yang menganggap bahwa tidak ada yang perlu disampaikan karena apa yang dialami dan dihadapi dalam kehidupannya merupakan hal yang biasa saja dan tidak ada yang istimewa.

Menyampaikan kesaksian memang bukan perkara yang mudah, namun dorongan menyampaikan kesaksian seharusnya akan muncul dengan sendirinya dari setiap penghayatan berbagai peristiwa yang memperjumpakan umat dengan kemahakuasaan Sang Khalik. Hal itulah yang terpadi pada Paulus dalam bacaan hari ini.

Pemahaman

Ayat 2 – 5              Siapakah Paulus sebelum mengenal Kristus ? Apa yang sudah dia kerjakan ?

Ayat 6 – 16            Peristiwa apakah yang mengubah hidup Paulus ?

Dihadapan orang-orang Yahudi yang membenci dan memusuhinya, Paulus hendak menyampaikan pembelaan diri (Yunani: Apologia) yang sesungguhnya merupakan kesaksian hidupnya. Kisah perjalanan hidupnya yang telah diubah oleh Kristus. Dalam situasi dan kondisi yang tidak enak, dimana ancaman kekerasan yang berujung kematian bisa saja terjadi, Paulus justru menyatakan kesaksian. Dengan pendekatan bahasa  Paulus menceritakan latar belakang dirinya. Bahwa dia juga seorang Yahudi yang belajar dan menguasai hukum Taurat. Dan dia juga telah melakukan penganiayaan terhadap pengikut Kristus.

Perubahan hidup dialami ketika Paulus mendapat penugasan ke Damsyik. Dalam perjalanan ke Damsyik Paulus mengalami perjumpaan iman yang mengubah kehidupannya. Peristiwa dalam perjalanan ke Damsyik telah mengubah Paulus sang penganiaya menjadi pengikut Kristus. Dalam situasi dan kondisi yang tidak menyenangkan Paulus dengan berani menyampaikan kesaksian hidupnya yang diubah oleh Kristus. Tidak ada keraguan sedikitpun dalam diri Paulus untuk melakukan hal itu.

Umat Allah dimasa sekarang diajak untuk memiliki keberanian menyampaikan kesaksian imannya. Bersaksi seharusnya tidak menjadi beban bagi umat Allah. Apabila umat sungguh-sungguh memperhatikan dan peka pada setiap peristiwa kehidupannya, maka umat akan menemukan berbagai karya kasih Allah kepada umat. Sehingga dengan sendirinya dorongan-dorongan untuk bersaksi akan muncul.

Refleksi
Bersaksi lewat ucapan dan perbuatan sejatinya merupakan buah iman kepada Kristus. Bersaksi melalui ucapan dan perbuatan merupakan perintah Yesus kepada para murid dan kita semua sebelum naik ke Sorga.

Tekadku
Ya Allah, telah banyak kebaikan Engkau lakukan dalam kehidupan kami. Engkau telah menebus kami. Bahkan detik demi detik, menit demi menit dan jam demi jam sesungguhnya Engkau tidak pernah melepaskan kasih-Mu dalam kehidupan kami. Tolonglah kami untuk peka dan bersyukur atas kebaikan-Mu. Agar lewat rasa syukur dan kepekaan, kami menyampaikan kesaksian iman kami kepada semua orang.

Tindakanku
Menyediakan waktu untuk bersaat teduh dan bermeditasi setiap hari. Berbincang dengan keluarga tentang kebaikan yang Allah sudah lakukan setiap hari. Hal ini bisa dilakukan sebelum berdoa bersama

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«